Seksi dengan Bahasa Tubuh

Kompas.com - 08/11/2011, 16:14 WIB

KOMPAS.com - Bagaimana perempuan dan laki-laki menjadi magnet bagi lawan jenisnya, bukan hanya didapatkan dari penampilan fisik, dari bentuk dan aroma tubuh yang seksi. Setiap orang bisa terlihat seksi dari bahasa tubuh dan kemampuan verbal juga mendengarkan orang lain.

Eve Marx dalam bukunya yang berjudul Read My Hips: The Sexy Art of Flirtation mengungkapkan bagaimana setiap orang bisa tampil seksi. Kuncinya, dengan melatih kemampuan untuk membaca dan menyampaikan kesan seksi melalui bahasa tubuh. Kemampuan berkomunikasi dan mendengarkan orang lain juga bisa membantu seseorang tampil lebih seksi.

Bahasa tubuh

Cara paling mudah untuk menonjolkan sisi seksi dari diri Anda adalah dengan menggunakan tangan, kata Marx. Gerakan tangan Anda memberikan penegasan pada apa yang Anda ucapkan.

Gerakan tangan Anda saat memegang gagang gelas wine dengan cara provokatif, menonjolkan sisi seksi. Cara tangan Anda membuka kancing busana secara perlahan, juga menunjukkan bahasa tubuh yang seksi. Bagaimana tangan Anda menyentuh seseorang, juga menentukan sisi seksi melalui bahasa tubuh ini.

Sejumlah bahasa tubuh ini juga identik dengan kesan seksi. Seperti menyilangkan kaki, membasahi bibir, kontak mata, bersandar dengan menghadap ke depan. Anda dan dia hanya perlu lebih peka membaca tanda dan bahasa tubuh ini. Saat bahasa tubuh ini membuat pria tergoda, kenali tanda bahwa ia tertarik dengan Anda. Lubang hidung yang melebar menjadi salah satu tanda pria tertarik dengan perempuan seksi karena bahasa tubuhnya ini.

Menjadi pendengar aktif

Menjadi seksi, atraktif, dan merangsang lawan jenis bukan hanya bermodalkan tubuh yang seksi. Namun juga bisa didapatkan dari kemampuan Anda mendengarkan saat si dia berbicara.

Tatap matanya saat ia berbicara, dan berkonsentrasilah pada apa yang dikatakannya dengan aktif mendengarkan. Fokuskan pandangan pada mata dan mulut yang mengeluarkan kata-kata saat si dia bicara. Lalu sesekali, ulangi beberapa kata yang diucapkannya.

Bahasa tubuh yang seksi seperti ini tak harus ditonjolkan setiap saat. Cukup gunakan kemampuan menjadi seksi ini di saat Anda memang membutuhkannya. Saat akan bercumbu dengan si dia misalnya. Munculkan citra seksi dari dalam diri Anda dengan bahasa tubuh dan kemampuan yang bisa dilatih ini.

Citra seksi tak hanya berasal dari tubuh yang molek atau ideal menurut pandangan mainstream, tetapi bisa muncul dari dalam diri dan kelihaian Anda menggunakan bahasa tubuh yang seksi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau