Sea games

Perbaikan Lintasan Sepatu Roda Belum Rampung

Kompas.com - 08/11/2011, 22:23 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com - Lintasan sepatu roda nomor 400 meter di kompleks Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan belum selesai diperbaiki. Padahal,  kontingen negara peserta SEA Games XXVI telah berdatangan untuk mencoba arena pertandingan.

Ketua Bidang Prestasi Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Fitria Tara Mizar mengatakan, lintasan tersebut harus diperbaiki karena pekerjaan semula menghasilkan lapisan aspal yang masih kasar. "Tim Nasional sudah berada di Palembang sejak 6 November lalu untuk latihan. Tapi disayangkan sekali, hingga kini tidak bisa mencoba lintasan 400 meter karena masih dalam tahapan pengerjaan," ujar Fitria, Selasa (8/11/2011) di Palembang.

Situasi itu juga dialami tim nasional negara peserta lainnya, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Fitria mengatakan, nomor 400 meter merupakan nomor andalan tim sepatu roda Indonesia untuk meraih emas. Tiga dari target enam medali emas di cabang ini diharapkan dapat diperoleh dari nomor tersebut. Indonesia juga mengincar emas pada nomor 500 meter putri, 10.000 meter putra, dan 10.000 meter putri.

Ia mengatakan, saat ini perbaikan lintasan 400 meter telah dilakukan dengan pengaspalan ulang. Pekerjaan ini diperkirakan membutuhkan waktu dua hari asalkan tidak terjadi hujan dalam penggarapannya.

"Jadwal pertandingan sepatu roda akan dimulai pada 12 November atau setelah upacara pembukaan. Sedangkan pertandingan di lintasan 400 meter akan dilakukan pada hari ketiga atau tanggal 14 November, jadi memang masih ada kesempatan untuk mengejar penyelesaian pekerjaan," ujar Fitria.

Meskipun terkendala kesiapan arena pertandingan sepatu roda itu, tapi Fitria optimistis dapat meraih enam emas dari 12 medali yang diperebutkan. Menurutnya, atlet Indonesia merupakan yang terbaik di kelompok putri. Di kelompok putra, tuan rumah akan bersaing ketat dengan Thailand. Pada SEA Games XXVI ini, tim nasional diperkuat 26 atlet yang terdiri dari 13 putra dan 13 putri.

Ketua Komite Pembangunan SEA Games XXVI di Sumsel, Rizal Abdullah, mengatakan, pengerjaan penyelesaian lintasan 400 meter itu dikebut oleh pengembang. Berkaitan pengerjaan awal yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan PB Perserosi, Rizal mengakui terjadi kesalahan komunikasi dari beberapa pihak terkait.

Arena sepatu roda itu telah dilengkapi beberapa fasilitas, seperti papan skor, lampu penerang yang terdapat pada tiap sudut lapangan, tenda panitia pelaksana, serta lapangan yang telah dikelilingi pagar.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau