Malaysia Puas Lihat Jakabaring

Kompas.com - 09/11/2011, 02:50 WIB

Jakarta, Kompas - Tim Malaysia puas terhadap arena-arena untuk SEA Games XXVI di Palembang, Sumatera Selatan. Berdasarkan hasil peninjauan, Selasa (8/11), mereka menilai gelanggang di Palembang layak untuk kompetisi internasional.

Ketua Kontingen Malaysia Dato’ Syed Mustafa mengatakan, sesuai hasil peninjauan, ia menilai arena Jakabaring Sports City sudah siap. ”Kami sudah lihat, arena bagus. Kalau di luar, biar saja. Yang di dalam, agar pertandingan bisa digelar,” ujarnya di Palembang, Selasa.

Ia tidak menampik bahwa Jakabaring masih harus didandani lagi. Perbaikan masih harus dilakukan, terutama untuk kondisi di luar arena. Namun, untuk arena sudah tidak ada masalah lagi. ”Saya oke dengan arena,” ujar Mustafa.

Peninjauan arena akuatik berlangsung paling lama. Mustafa bersama Wakil Ketua Kontingen Malaysia Sivanandan berkeliling arena. Mereka melihat kualitas air kolam, perlengkapan pertandingan, dan fasilitas penunjang. Keseriusan Malaysia tak terlepas dari keberadaan akuatik sebagai salah satu cabang andalan negeri jiran tersebut.

Sertifikasi arena atletik

Ketua Panitia Pelaksana Cabang Atletik Sri Hastuti Merdiko memastikan, trek atletik di Kompleks Olahraga Jakabaring, Palembang, mendapatkan sertifikat dari Federasi Atletik Internasional (IAAF). ”Hari ini (Selasa) saya menjemput technical delegate dan besok (Rabu) dipastikan sertifikat trek yang kita tunggu- tunggu sudah ditandatangani,” ujar Sri Hastuti di Jakabaring.

Menurut Sri Hastuti, keterlambatan penandatanganan sertifikat disebabkan pejabat yang harus menandatangani sertifikat sedang dalam perjalanan bisnis sehingga baru Rabu ini hadir di Palembang. ”Sudah tidak ada masalah lagi. Kalau ditanya siapa yang paling khawatir, ya sayalah yang paling khawatir,” katanya.

Jadi prioritas

Di Jakarta, Polda Metro Jaya akan memprioritaskan arus pergerakan rombongan peserta SEA Games 2011 sehingga akan memberlakukan buka-tutup arus lalu lintas selama operasi Aman Among Raga 2011 pada 5-24 November ini.

”Tidak ada pembatasan kendaraan pribadi, tetapi kami memprioritaskan rombongan kendaraan atlet, ofisial, dan wasit. Untuk itu, kami mohon masyarakat memakluminya. Sebab, pertandingan harus tepat waktu,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sigit Dwi Nurmantyas, akhir pekan lalu.

Kawasan di Jakarta yang akan sering dilalui kendaraan rombongan peserta SEA Games adalah persimpangan Semanggi dan beberapa ruas jalan tol, salah satunya jalan tol dalam kota. Sebab, mayoritas dari 44 lokasi hotel atau penginapan peserta SEA Games berada di tengah kota. Selain itu, pusat pertandingan berada di Gelora Bung Karno, Senayan.

Terkait cabang balap sepeda, Direktur Teknis Perlombaan Balap Sepeda SEA Games 2011 Sofian Ruzian berharap, warga di Bandung, Purwakarta, dan Subang toleran terhadap penggunaan sebagian jalan di kawasan itu untuk cabang balap sepeda disiplin jalan raya.

Untuk nomor individual time trial putri, misalnya, yang berlangsung 14 November, ruas jalan yang akan ditutup mulai dari kawasan kota Subang menuju pintu Tangkubanparahu, pukul 08.00-11.00. Siang harinya, pukul 13.00-16.00, giliran rute Bantarwaru-Tangkubanparahu yang ditutup untuk lomba individual time trial putra. (RTS/RAZ/HLN/MBA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau