Sea games xxvi

Tim Berkuda Optimistis Rebut Emas Pertama

Kompas.com - 09/11/2011, 03:09 WIB

Jakarta, Kompas - Tim berkuda Indonesia optimistis bakal merebut medali emas pertama pada cabang berkuda dalam ajang SEA Games XXVI/2011 di Depok. Selama ini, tim berkuda Indonesia hanya merebut perak dalam beberapa kali penampilan mereka di SEA Games.

”Kami mempersiapkan diri secara intensif selama setahun terakhir, baik penunggang maupun kuda mereka. Kami menargetkan merebut minimal dua medali emas,” kata Irvan Gading, Ketua Equestrian Federation of Indonesia, Selasa (8/11), di Jakarta.

Larasati Gading, atlet tunggang serasi, mengatakan, persiapan para atlet berkuda di SEA Games kali ini yang terbaik ketimbang untuk ajang yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. Para penunggang dilengkapi dengan kuda-kuda yang paling cocok dan mereka berlatih berbulan-bulan.

Tiga penunggang dan kuda mereka berlatih di Eropa selama setahun terakhir. Mereka adalah Larasati Gading dan Alvaro Menayang yang berlatih di Jerman untuk disiplin tunggang serasi serta Putri Wulandari Hamidjojo yang berlatih di Belanda untuk disiplin lompat rintangan.

Larasati dan kuda Wallenstein empat kali menjadi juara di beberapa kejuaraan tingkat Jerman dan Eropa. Alvaro yang menjadi atlet muda dan kuda Desperado juga tampil bagus meskipun belum menjadi juara.

Larasati diharapkan dapat merebut emas untuk nomor individu. Bersama Alvaro, Larasati dan tiga penunggang lainnya juga diharapkan dapat merebut emas di nomor tim tunggang serasi.

Sementara Putri dan kuda La Belle pernah menjadi juara kedua di salah satu kejuaraan Eropa. Selain itu, Putri juga memenuhi kualifikasi bintang dua dengan melompati semua rintangan setinggi 145 sentimeter.

Dalam perlombaan di SEA Games 2011, tinggi rintangan untuk nomor individu adalah 140 sen- timeter dan untuk nomor beregu 130 sentimeter. Pada disiplin lompat rintangan, lawan terberat Indonesia adalah Filipina.

Atlet Filipina, Tony Leviste, pernah mengikuti Olimpiade 2000 Sydney, Australia. Namun, jika datang ke SEA Games kali ini, Tony pasti akan naik kuda yang berbeda dengan ketika tampil di olimpiade.

”Saya tidak memikirkan kehadiran Tony sebagai saingan berat. Saya akan berkonsentrasi pada kuda dan diri sendiri untuk melompati semua rintangan dan mencatat waktu tercepat. Meskipun tidak ditargetkan merebut emas, saya akan memberikan yang terbaik,” kata Putri.

Untuk disiplin trilomba atau eventing, pelatih kepala Joss Gray mengatakan, semua atlet dan kuda berada dalam keadaan prima dan siap berlaga. Target untuk tim eventing adalah meraih emas dari nomor beregu.

”Kami menjalani perbaikan kelemahan masing-masing. Semua anggota tim diharapkan meraih nilai terbaik agar tim Indonesia dapat mengalahkan tim Thailand,” kata Anto Budiarto, kapten tim eventing.

Arena pertandingan

Menurut manajer arena pertandingan berkuda, Prasetyana Sumiskun, arena pertandingan tunggang serasi dan lompat rintangan siap digunakan.

Akan tetapi, di arena lintas alam masih ada sebagian jalur yang harus dilapisi rumput. Di sisi lain, panitia pertandingan berkuda hingga kini belum menerima lagu kebangsaan, bendera negara peserta, dan tiang bendera. (ECA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau