NEW YORK, KOMPAS.com — Harga emas berjangka menembus 1.800 dollar AS per troy ounce (setara dengan 31,1 gram) untuk pertama kali dalam 7 minggu. Ini terjadi karena kekhawatiran para pemimpin Uni Eropa yang tidak mampu mengatasi krisis utang di wilayah itu sehingga meningkatkan permintaan emas sebagai lindung nilai.
Kondisi saat ini di Uni Eropa, Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi gagal mengumpulkan suara terbanyak dalam pemungutan suara rutin di parlemen Selasa (8/11/2011) waktu setempat. Kondisi tersebut kian memicu pemanggilan Berlusconi untuk mundur dari jabatannya.
Sedangkan kondisi di Amerika Serikat, Gubernur Bank Sentral AS, Ben S Bernanke, memberi sinyal bahwa stimulus moneter mungkin diperlukan untuk mengurangi pengangguran, sementara Bank Sentral Eropa secara tak terduga menurunkan suku bunga acuannya pada minggu lalu.
"Kekacauan di (Uni) Eropa telah membawa ketakutan perdagangan kembali pada emas," ujar Lance Roberts, selaku Chief Executive Officer Streettalk Advisors yang berbasis di Houston.
Roberts pun mengatakan, gelombang baru pelonggaran kebijakan oleh bank sentral juga membantu emas. Emas berjangka untuk pengantaran Desember naik 0,5 persen ke posisi harga 1.799,20 dollar AS per troy ounce pada pukul 1:47 PM, di Comex, New York, sebelumnya emas sempat menyentuh 1.804,40 dollar AS, yang merupakan posisi tertinggi sejak 21 September 2011.
Terhadap hal ini, analis Richcomm Global Services, Pradeep Unni, di Dubai, mengatakan, fundamental lebih kuat dari sebelumnya dan krisis UE pun lebih rumit dari sebelumnya. "Retracements (sebuah pembalikan dalam pergerakan harga saham, melawan tren yang berlaku) dan koreksi mungkin terjadi seiring dengan kami (harga emas) naik di atas 1.800 dollar AS, tetapi (emas) tetap diinvestasikan," sebut Unni.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang