Honda Top, Total Mendekati 7 Juta!

Kompas.com - 09/11/2011, 08:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Penjualan sepeda motor Indonesia selangkah lagi menembus rekor penjualan tahun lalu, 7.398.644 unit. Pasalnya, selama sepuluh bulan pertama 2011, total distribusi (wholesale) sudah tercatat 6.936.833 unit naik 11,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 6.225.339 unit. 

Berdasarkan data dari Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) yang diterima KOMPAS.com, penjualan domestik tercatat 6.906.429 unit dan eskpor 26.954 unit.

Honda memimpin pasar domestik dengan menikmati porsi 52,01 persen, Yamaha 40,13 persen, Suzuki 6,27 persen, Kawasaki 1,27 persen, TVS 0,31 persen dan Kanzen 0,01 persen.

Honda juga terus memperkuat diri sebagai jawara skutik dengan menggeser Yamaha pada tahun ini. Dari total penjualan skutik 3.484.574, Honda melahap 55,5 persen, sedangkan Yamaha harus memperoleh 41,3 persen saja.

Penjualan selama Oktober 2011 turun satu persen menjadi 717.514 unit dibandingkan bulan sebelumnya 723.906 unit. Komposisinya: Honda 415.281 unit (rekor tertinggi bulanan), Yamaha 253.427 unit, Suzuki (37.281 unit), Kawasaki (9.816 unit), TVS (1.709 unit) dan Kanzen (17 unit).

Berdasarkan data di atas, target AISI tahun ini  8,2 juta unit dipastikan bisa tembus tahun ini. Syaratnya, dalam dua bulan terakhir, rata-rata penjualan 600.000-an unit atau setiap hari 20.000 unit setiap harinya!

Data Penjualan Sepeda Motor (unit)
Merek
2011
Pangsa (%)
Oktober
Jan-Oktober
Honda
415.281
3.607.593
52,01
Yamaha
253.427
2.783.920
40,13
Suzuki
37.281
434.995
6,27
Kawasaki
9.816
88.378
1,27
TVS
1.709
21.565
0,31
Kanzen
17
382
0,01
Total
717.514
6.936.833
10
Sumber data: AISI

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau