Kurangi Mata Rantai Untuk Minimalkan Biaya Logistik

Kompas.com - 09/11/2011, 12:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Senior Vice President Business Development RPX Group, Taufick D Mochtar, mengatakan mata rantai logistik yang panjang merupakan penyebab besarnya biaya logistik nasional. Untuk itu, mata rantai ini perlu diperpendek demi mengurangi biaya tersebut.

"Salah satu kalau kita lihat hal yang diinginkan dalam program logistik nasional adalah mengurangi mata rantai. Itu yang menyebabkan cost (logistik) kita itu sampai lebih dari 15 persen," ujar Taufick kepada Kompas.com ketika ditanyai upaya pemerintah dan para pengusaha nasional untuk menurunkan biaya logistik dari 17 persen menjadi 10 persen hingga tahun 2014 , dalam acara pengenalan manajemen baru RPX Group, di Jakarta, Rabu ( 9/11/2011 ).

Mata rantai itu, lanjut dia, harus dibuat sedemikian pendek untuk mencapai biaya logistik sebesar 10 persen dari biaya operasional perusahaan. Misalnya, terang dia, usaha logistik harus didekatkan ke setiap pelabuhan. "Jadi mengurangi satu atau dua mata rantai," tambah dia.

Karena selama ini, menurut Taufick, tidak ada kegiatan logistik di pelabuhan baik laut dan bandara, di mana barang keluar dan masuk harus diangkut dulu dengan transportasi ke tempat lainnya untuk didistribusikan. Sebagai pengusaha, ia mengaku juga berupaya mendekatkan usaha logistik ini ke pelabuhan. "Agar kita juga bisa melakukan kegiatan logistik di airport maupun seaport. Bukan hanya pergudangan," ujar dia.

Selain upaya itu, RPX Group juga berupaya mengurangi biaya-biaya yang tidak diperlukan dengan mengembangkan sistem teknologi dan informasinya. "Dengan program IT yang kami bangun itu memungkinkan para pengguna jasa itu dapat dilayani tanpa ada banyak biaya yang tidak diperlukan," ujar Muhammad Kadrial, Vice President Operations Customer Service RPX Group, menambahkan. Salah satu upayanya, pelanggan dapat melakukan pesanan tanpa melalui telepon, melainkan hanya dengan melalui website. Laporan pengiriman pun bisa dilihat melalui website tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau