JAKARTA, KOMPAS.com - Senior Vice President Business Development RPX Group, Taufick D Mochtar, mengatakan mata rantai logistik yang panjang merupakan penyebab besarnya biaya logistik nasional. Untuk itu, mata rantai ini perlu diperpendek demi mengurangi biaya tersebut.
"Salah satu kalau kita lihat hal yang diinginkan dalam program logistik nasional adalah mengurangi mata rantai. Itu yang menyebabkan cost (logistik) kita itu sampai lebih dari 15 persen," ujar Taufick kepada Kompas.com ketika ditanyai upaya pemerintah dan para pengusaha nasional untuk menurunkan biaya logistik dari 17 persen menjadi 10 persen hingga tahun 2014 , dalam acara pengenalan manajemen baru RPX Group, di Jakarta, Rabu ( 9/11/2011 ).
Mata rantai itu, lanjut dia, harus dibuat sedemikian pendek untuk mencapai biaya logistik sebesar 10 persen dari biaya operasional perusahaan. Misalnya, terang dia, usaha logistik harus didekatkan ke setiap pelabuhan. "Jadi mengurangi satu atau dua mata rantai," tambah dia.
Karena selama ini, menurut Taufick, tidak ada kegiatan logistik di pelabuhan baik laut dan bandara, di mana barang keluar dan masuk harus diangkut dulu dengan transportasi ke tempat lainnya untuk didistribusikan. Sebagai pengusaha, ia mengaku juga berupaya mendekatkan usaha logistik ini ke pelabuhan. "Agar kita juga bisa melakukan kegiatan logistik di airport maupun seaport. Bukan hanya pergudangan," ujar dia.
Selain upaya itu, RPX Group juga berupaya mengurangi biaya-biaya yang tidak diperlukan dengan mengembangkan sistem teknologi dan informasinya. "Dengan program IT yang kami bangun itu memungkinkan para pengguna jasa itu dapat dilayani tanpa ada banyak biaya yang tidak diperlukan," ujar Muhammad Kadrial, Vice President Operations Customer Service RPX Group, menambahkan. Salah satu upayanya, pelanggan dapat melakukan pesanan tanpa melalui telepon, melainkan hanya dengan melalui website. Laporan pengiriman pun bisa dilihat melalui website tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang