Jelang sea games

Ketua KONI Periksa Wisma Atlet

Kompas.com - 09/11/2011, 13:15 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com - Ketua KONI Rita Subowo memeriksa wisma atlet SEA Games XXVI, Rabu (9/11/2011) di Kompleks Olahraga Jakabaring. Rita menyarankan sejumlah hal.

Rita antara lain memeriksa ruang makan. Pemeriksaan antara lain karena ada laporan atlet Singapura yang sakit perut. "Saya cek ke tim Singapura, sakitnya karena gugup. Bukan karena persoalan makanan," ujarnya.

Namun, ia tetap mengingatkan agar ada perbaikan. Debu di luar ruang makan harus segera diatasi. Hal itu bisa memicu pertanyaan soal kehigienisan ruang makan.

"Saya minta ada tanda untuk setiap makanan. Mana buah, masakan pedas, atau yang berasa tajam," ujarnya.

Sisa-sisa pengerjaan ruang makan dan proyek di sekitar wisma harus segera dibereskan. Di belakang ruang makan, masih terdapat tumpukan kayu berpaku yang bisa membahayakan orang jika terinjak.

Meskipun menyarankan sejumlah perbaikan, ia menilai wisma atlet sudah bagus. Beberapa kekurangan masih dimaklumi dan dinilai bisa diatasi.

"Para atlet mengaku suka dengan penataan wisma dan ruang makan. Di berbagai SEA Games, mereka harus berjalan jauh," ujarnya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau