Kasus hepatitis a

Jumlah Penderita Bertambah 22 Pasien, Total Menjadi 90 Orang

Kompas.com - 09/11/2011, 13:41 WIB

DEPOK, KOMPAS.com - Sampai hari ini, jumlah penderita hepatitis A di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Depok menjadi 90 orang. Dalam tiga hari terakhir, terjadi penambahan 22 orang yang sebelumnya 68 orang.

Dari seluruh pasien tersebut, empat orang di antaranya masih dirawat di beberapa rumah sakit, 13 orang sudah sembuh, dan 73 penderita lainnya dalam masa pemulihan dengan menjalani rawat jalan.

"Saya sarankan kepada mereka yang belum sembuh agar diisolasi sementara. Jangan menggunakan alat pribadi secara bersama-sama seperti handuk, sikat gigi, gelas, atau bantal," tutur Kepala Dinas Kesehatan Depok Hardiono, Rabu (9/11/2011). Penyebaran virus hepatitis A di SMKN 2 Depok teridentifikasi pada 24 Oktober 2011.

Saat itu, diduga 59 orang terserang virus hepatitis A. Setelah itu dipantau perkembangannya oleh Dinas Kesehatan, mereka positif terserang hepatitis A. Saat ini, jumlah siswa dan guru yang terserang menjadi 90 orang.

Akibat peristiwa ini, Dinas Pendidikan Depok meliburkan kegiatan belajar mengajar selama satu minggu sejak Selasa (8/11/2011). Keputusan libur ini dikeluarkan untuk menghindari dampak lebih buruk dan memberi kesempatan siswa yang sakit memulihkan kondisinya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau