Jelang sea games

Pemerintah Siapkan Bonus bagi Atlet Peraih Medali

Kompas.com - 09/11/2011, 14:24 WIB

KARAWANG, KOMPAS.com — Pemerintah menyiapkan bonus khusus berupa uang tunai bagi atlet Indonesia yang memperoleh medali. Pemberian bonus dihitung per kepala, bukan per tim.

Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng mengatakan hal itu saat meninjau arena dayung di Situ Cipule, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (9/11/2011). Para pelatih pun diperlakukan serupa. "Bonus akan diberikan secara rata per kepala tidak melihat jumlah anggota timnya," kata Andi.

Atlet yang memperoleh medali emas diganjar bonus Rp 200 juta, medali perak Rp 50 juta, dan perunggu Rp 30 juta. Pelatih yang anak asuhnya meraih medali emas memperoleh bonus Rp 50 juta, perak Rp 25 juta, dan perunggu Rp 15 juta.

Dana itu akan diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional. "Makin bagus kalau dana bonus kurang dan kami harus tekor. Sebab, itu berarti banyak atlet kita yang meraih medali," papar Andi.

Andi enggan menyebutkan jumlah total dana yang sekarang sudah ada. Namun, dia optimistis bahwa jauh lebih mudah mencari kekurangan dana bonus daripada menyalurkan kelebihan dana bonus.

Andi juga berjanji akan memperhatikan kesejahteraan atlet berprestasi. Mereka akan memperoleh pekerjaan dan rumah yang layak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau