Kasus tewasnya raafi

Izin Shy Rooftop Bisa Ditinjau Ulang

Kompas.com - 09/11/2011, 15:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Manajemen Shy Rooftop terbukti lalai dalam melakukan pengawasan terhadap barang-barang bawaan pengunjung. Kelalain itu berujung pada kasus penusukan terhadap siswa SMA Pangudi Luhur, Raafi Aga Winasya Benjamin (17). Namun, kepolisian tidak bisa memidanakan kelalaian pihak manajemen.

Hal itu disampaikan Kapolres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Imam Sugianto, Rabu (9/11/2011), di Mapolda Metro Jaya.

"Kami tidak ada kapasitasnya (memberikan sanksi), cuma disayangkan memang semua pengunjung di sana tidak digeledah," ucap Imam.

Padahal, lanjutnya, dalam menjalankan operasional tempat hiburan malam perlu dilakukan pengecekan barang bawaan pengunjung seperti senjata tajam, senjata api, dan minuman keras. "Tapi hal itu tidak taat dilakukan manajemen (Shy Rooftop)," kata Imam.

Ia menuturkan, kelalain itu tidak bisa dipidanakan. Tetapi, pihaknya hanya bisa mengajukan rekomendasi atas izin operasional.

"Tidak bisa dipidana. Paling hanya sanksi administrasi kami bisa rekomendasikan izin itu untuk ditinjau kembali," kata Imam Sugianto.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp 5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau