Fashion Tampil Beda di Pameran Seni Rupa

Kompas.com - 09/11/2011, 15:53 WIB

KOMPAS.com - Untuk kali pertama, Indonesia memiliki perhelatan seni kontemporer mempertemukan perupa dan desainer fashion dengan konsep baru dan berbeda. Para pelaku seni ini menghadirkan karya yang dekat dengan gaya hidup dan tetap menjadi dirinya, sebagai seniman dan perancang busana.

PMR Cube, pameran seni rupa kontemporer yang berinteraksi dengan fashion, digelar di Jakarta, 1-6 Desember 2011, tepatnya di Atrium Sampoerna Strategic Square.

Mengangkat tema "Contemporary Cultural Interplay", PMR Cube merupakan perhelatan seni rupa kontemporer yang ditampilkan berbeda dan lebih istimewa. Interaksi seni rupa kontemporer dengan fashion dapat dinikmati melalui lebih dari 100 karya seni terbaru dalam pameran ini.

Penyelenggara pameran, Majalah Indonesia Tatler, yang mendapat dukungan dari Art Stage dari Singapura, menargetkan 9.500 pengunjung penggemar seni rupa dan fashion untuk menghadiri pameran lima hari ini.  

Jim Supangkat, kurator seni ternama Indonesia mengatakan untuk kali pertama kali terjadi di Indonesia, di mana fashion hadir dalam pameran seni rupa. Desainer dengan berbagai spesialisasi ikut serta dalam pameran ini. Mulai desainer busana, grafis, produk dan tentunya para seniman.

"Fashion designers tetap dengan identitasnya, tak harus menjadi seniman seni rupa. Desainer fashion ini akan mengekspresikan fashion yang tidak biasa, lebih bebas, menampilkan pandangan individual mereka dengan membebaskan diri dari pesanan," jelas Jim dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (9/11/2011).

Jim berharap pameran seni rupa kontemporer ini akan memunculkan sesuatu yang baru bagi perkembangan seni di Indonesia.

"Seni kontemporer sulit didefenisikan tapi harus dirasakan. Suasana yang istimewa dan seni kontemporer yang dapat dirasakan itulah yang mungkin bisa ditemukan di PMR Cube ini," jelasnya.

Konsep pameran seni rupa kontemporer ini diakui Jim sebagai upaya Indonesia menghadirkan sesuatu yang berbeda.

"Indonesia suka coba-coba dan tak kenal batas. Bukan tak mungkin ajang seperti ini bisa menjadi konvensi internasional. Dan sangat mungkin, nantinya, desainer fashion internasional ikut serta," kata Jim, menambahkan kegiatan semacam ini tak ditemukan di Eropa atau Amerika Serikat lantaran pelaku seni di luar negeri memiliki perhelatan terpisah sesuai spesialisasi. Penggabungan seni sulit terjadi di Eropa dan Amerika Serikat, meskipun kolaborasi seni seringkali ditemui di luar negeri.

Millie Stephanie, Chief Executive Officer Mobiliari Media Group, penerbit majalah Tatler, mengatakan melalui pameran perdana PMR Cube ini, seniman dan perancang busana muda Indonesia lebih dikenal dan berpeluang untuk tampil di kancah internasional.

Pameran serupa juga akan diadakan Art Stage di Singapura dengan Lorenzo Rudolf (Pendiri dan CEO Art Stage Singapore) sebagai penggagasnya. Menurut Millie, kerjasama PMR Cube dan Art Stage memungkinkan seniman dan desainer fashion Indonesia untuk berkiprah di panggung dunia.

"Pameran ini rencananya akan diadakan rutin tahunan. Berpartner dengan  Lorenzo, seniman dan desainer fashion Indonesia bisa saja diikutsertakan di Singapura, namun memang tidak di tahun ini, mungkin tahun depan," jelas Millie.

Tak sekadar pameran
Pameran seni rupa kontemporer yang menyatu dengan fashion ini tampil tak biasa. Suasana berbeda didapatkan tak hanya lantaran pameran mengangkat tema yang lebih dekat dengan gaya hidup keseharian. Namun juga, dari sejumlah kegiatan yang terkait dengan seni dan kehidupan.

Selain pameran, PMR Cube juga menghadirkan sejumlah talkshow. Pada hari kedua, 2 Desember 2011 mulai pukul 16:00, Fimela.com mengadakan talkshow digital-art-design-style, menghadirkan komunitas seni digital dan blogger fashion Diana Rikasari.

Hari berikutnya, talkshow Art Talk mengangkat trema "fashion in The Art World" menghadirkan perancang ternama dan kurator fashion Sebastian Gunawan, dan kurator seni Jim Supangkat.

Anda juga bisa membawa serta anak-anak, dan mengenalkan mereka kepada seni sejak dini melalui kegiatan Art for Kids bersama WWF dan Hadiprana.

Pameran ini terbuka untuk umum dan Anda bisa menikmati karya seni rupa kontemporer terkini buatan perupa dan perancang busana, tanpa dipungut biaya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau