Bamus: Budaya Betawi Makin Diakui

Kompas.com - 09/11/2011, 21:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com--Pemberian penghargaan pemerintah Indonesia kepada seniman serba bisa asal Betawi Benyamin Sueb menunjukkan bahwa budaya Betawi makin mendapat pengakuan dan diterima masyarakat, kata Ketua III Bamus Betawi, Becky Mardani.

Untuk itu, kata ketua Bamus Betawi yang membidangi masalah budaya dan pemuda itu di Jakarta, Rabu, penghargaan pemerintah tersebut harus menjadi pemicu bagi penggiat kesenian Betawi, khususnya pemuda Betawi, untuk lebih giat dalam berkesenian.

"Ini merupakan tantangan. Berkesenian itu sudah makin diterima dan diakui," katanya berkaitan dengan diberikannya penghargaan Bintang Budaya Parama Dharma oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa (8/11).

Sementara bagi pemerintah, khususnya pemerintah DKI Jakarta, menurut dia, penghargaan itu harus mendorong mereka untuk lebih memberikan fasilitas dan pendampingan untuk tumbuh kembangnya budaya berkesenian orang Betawi, penduduk asli ibukota Jakarta.

Mengenai penghargaan bintang budaya tertinggi atas jasa-jasa terhadap perkembangan kebudayaan nasional itu, kata Becky, Bamus Betawi, sebagai organisasi berhimpunnya sejumlah ormas Betawi, mengucapkan terima kasih.

Menurut dia, Benyamin merupakan seniman serba bisa asli Betawi yang berkarakter dan spontanitas tinggi yang hingga kini belum ada penggantinya.

Benyamin Sueb, lahir di Kemayoran, Jakarta, pada 5 Maret 1939 dan meninggal pada 5 September 1995. Ia adalah pemeran, pelawak, sutradara dan penyanyi Indonesia.

Benyamin Sueb, yang namanya telah dijadikan nama jalan pengganti Jalan Landas Pacu Kemayoran, telah menghasilkan lebih dari 75 album musik dan 53 judul film

Ia pernah menerima piala citra pada FFI 1972 untuk film Intan Berduri dan piala citra pada FFI 1975 untuk film Si Doel Anak Modern.

Bersama Benyamin, tokoh budaya dan seniman lainnya yang menerima penghargaan dalam rangka peringatan Hari Pahlawan 10 November 2011 adalah Hasbullah Parindurie (sastrawan), Harijadi Soemadidjaja (pelukis), dan Gondo Durasim (seniman ludruk).

Seniman lainnya adalah Huriah Adam (koreografer dan penari), Idrus Tintin (penyair), Kwee Tek Hoay (sastrawan melayu peranakan), Sigit Sukasman (pencipta wayang ukir), Go Tik Swan atau KRT Hardjonagoro (seniman batik) serta Gedong Bagus Oka (budayawan).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau