Dugaan korupsi

Mantan Bupati Sragen Mulai Diadili

Kompas.com - 10/11/2011, 02:15 WIB

Semarang, Kompas - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, Jawa Tengah, Rabu (9/11), mulai mengadili mantan Bupati Sragen Untung Wiyono. Ia didakwa menyalahgunakan dana kas daerah Kabupaten Sragen sekitar Rp 11,2 miliar saat menjabat Bupati Sragen periode 2001-2006.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Lilik Nuraini dengan hakim anggota Asmadinata dan Kartini Marpaung tersebut dihadiri sejumlah warga Sragen. Untung yang menjabat Bupati Sragen selama dua periode ini didampingi kuasa hukum yang dipimpin Dani Sriyanto.

Tim penuntut umum yang dipimpin Heru Mayawan mendakwa Untung menyalahgunakan anggaran Pemerintah Kabupaten Sragen senilai Rp 11,2 miliar. Kasus itu bermula ketika Untung sebagai Bupati Sragen membutuhkan dana untuk kepentingan daerah. Dia bersama dua terdakwa lain, yaitu Koerhardjono (mantan Sekretaris Daerah Sragen) dan Sri Wahyuni (mantan Bendahara Setda Sragen), menempatkan dana kas daerah ke deposito BPR Djoko Tingkir dan BPR Karangmalang, Sragen.

Sertifikat deposito tersebut dipakai sebagai jaminan kredit dari BPR yang sama sebesar Rp 36 miliar dan Rp 6 miliar. Ternyata, dana tersebut digunakan untuk kepentingan di luar kedinasan.

Untung mengatakan memahami dan tidak akan menyatakan keberatan atas dakwaan tersebut. Sidang dilanjutkan pada 23 November mendatang.

Pada persidangan terpisah yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Nur Edyono, Jaksa Kamari menuntut terdakwa Bupati Tegal Agus Riyanto delapan tahun penjara dengan denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan. Jaksa juga menuntut Agus mengembalikan uang negara Rp 1,7 miliar subsider empat tahun kurungan. Agus dinilai terbukti melakukan korupsi dana APBD Kabupaten Tegal 2006/2007 senilai Rp 3,9 miliar. (WHO)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau