Empat orang yang masih ada hubungan kerabat ditahan polisi. Mereka sedikitnya telah menipu 450 orang yang berasal dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Kepada korban, pelaku memberi iming-iming akan diberangkatkan haji secara gratis oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia Pusat pada musim haji tahun ini.
Keempat tersangka tersebut adalah Suparti (33); Heru Listiyono (31), keponakan Suparti; Mualim HS (63), sepupu Suparti; dan Ramdonah (52), istri Mualim. Keempatnya ditangkap Selasa lalu dan resmi ditahan mulai kemarin.
Untuk meyakinkan aksinya, mereka memberi uang satu riyal dan pelatihan ”manasik haji” keliling Stadion Gelora Bung Karno. Para korban paling sedikit harus membayar Rp 455.000 sebagai biaya pendaftaran.
”Penipuan yang dilakukan para tersangka tersebut sudah berlangsung sejak Maret 2011. Yang resmi melaporkan mereka sekitar 70 orang. Namun, berdasarkan dokumen yang disita dari para tersangka, kemungkinan besar korbannya ratusan orang,” kata Direktur Reserse Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Gatot Edy Purnomo, Rabu (9/11) siang.
”Suparti menjadi karyawan di Koperasi KONI. Dia menipu dengan membawa-bawa nama KONI. Padahal, KONI sama sekali tidak tahu-menahu program naik haji gratis bersama KONI yang para tersangka tawarkan itu. Walaupun bilangnya gratis, peminat harus membayar minimal Rp 455.000 per orang sebagai biaya pendaftaran,” kata Kepala Subdirektorat Renakta Diserse Krimun Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Parulian Sinaga, kemarin sore.
Barang bukti yang disita dari para tersangka, antara lain, brosur penawaran haji gratis, buku tabungan, buku berisi nama-nama orang yang sudah mendaftar, dan formulir pendaftaran beserta fotokopi sejumlah
Selain harus membayar Rp 455.000, peminat juga harus mengisi formulir pendaftaran yang dilengkapi dengan fotokopi KTP, akta kelahiran/surat tanda lahir, ijazah, dan kartu keluarga peminat. Uang pendaftaran dapat diserahkan langsung atau dikirim melalui rekening tersangka yang tercantum dalam brosur penawaran.
Saat tas para tersangka digeledah, juga ditemukan bungkusan-bungkusan kecil yang ternyata berisi bunga kantil dan benda lain yang diakui tersangka Mualim sebagai jimat.
”Uang sebesar Rp 455.000 itu dikatakan para pelaku untuk
Salah seorang korban yang ikut melaporkan, Ny SSE, menuturkan, mereka tertarik ikut mendaftar karena pelaku memberikan brosur program naik haji gratis itu dengan nama KONI. Mereka juga melihat,
Latihan manasik haji dilakukan dengan keliling Stadion
”Saat mendaftar itu, kami juga diberi uang satu riyal. Kata Suprapti, itu oleh-oleh karena dia baru pulang umrah dan juga sebagai tanda jadi pasti berangkat haji,” katanya.
Menurut Parulian Sinaga,
Para korban baru menyadari telah menjadi korban penipuan ketika para tersangka sulit dihubungi, acara pelatihan manasik haji selalu ditunda, dan ketika waktu berangkat ke Tanah Suci sudah dekat ternyata tidak ada yang dipanggil.
”Koordinator calon jemaah haji itu lalu mengecek ke KONI. Mereka pun amat terkejut karena memang tidak ada program naik haji gratis itu,” kata Sinaga.