NEW YORK, KOMPAS.com — Kekhawatiran baru atas krisis zona euro mengirim saham Amerika Serikat jatuh lebih dari 3 persen pada Rabu (9/11/2011) waktu setempat (Kamis pagi WIB).
Pasar AS mengikuti rekan-rekan mereka di Eropa, melemah tajam di tengah kekhawatiran atas kekuatan dari 17 anggota zona euro, setelah imbal hasil utang Italia melonjak setinggi 7,4 persen, tingkat di mana negara-negara zona euro bermasalah lainnya mencari penyelamatan.
Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 389,24 poin (3,20 persen) menjadi ditutup pada 11.780,94. Indikator pasar lebih luas, indeks S&P 500 turun 46,82 (3,67 persen) menjadi 1.229,10, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq jatuh 105,84 poin (3,88 persen) menjadi 2.621,65.
"Setelah mencerna janji Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi untuk mengundurkan diri, tampaknya investor sekarang mempertanyakan politik negara yang kekurangan uang dan lintasan keuangan dan, lebih penting, apakah itu bisa berarti bagi zona euro," kata Andrea Kramer dari Schaeffer Investment Research.
Pasar jatuh menghantam semua sektor, dengan semua 30 saham unggulan Dow turun paling besar. Bank-bank yang dikhawatirkan memiliki ekposur Eropa yang berisiko sehingga terpukul paling keras seperti Goldman Sachs yang merosot 8,2 persen, Citigroup turun 8,2 persen, Morgan Stanley turun 9,0 persen, dan JPMorgan Chase jatuh 7,1 persen.
Saham General Motors turun 10,9 persen setelah melaporkan penurunan 5,9 persen pada pendapatan kuartal ketiga dan proyeksi datar pada kuartal keempat, sebagian karena gejolak di zona euro.
Saham Adobe kehilangan 7,7 persen setelah perusahaan perangkat lunak ini memangkas perkiraan kuartal keempat. Perusahaan juga mengatakan akan memberhentikan 750 anggota staf di AS dan Eropa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang