Gaga Pilih Nama "Monster" untuk Parfum "Darah dan Sperma"?

Kompas.com - 10/11/2011, 14:17 WIB

LOS ANGELES, KOMPAS.com — Dikabarkan, Monster akan menjadi nama dari parfum pertama Lady Gaga (25) yang, menurut Gaga, terinspirasi oleh darah dan sperma.

Sebelumnya, masih dalam tahun ini, penyanyi, pencipta lagu, dan pemain musik yang eksentrik itu telah mengatakan bahwa ia sedang mencipta parfum tersebut dan akan meluncurkannya pada 2012.

Meskipun banyak pihak telah mengungkapkan bahwa parfum itu akan dinamakan Monster, produsen parfum tersebut, Coty Beauty, yang bekerja sama dengan Gaga, belum menanggapi permintaan-permintaan konfirmasi yang mereka terima. Namun, bukan tidak mungkin Monster yang dipilih menjadi nama parfum itu karena para penggemar Gaga disebut Little Monsters dan Gaga menamai dirinya Mother Monster. Selain itu, Gaga juga memiliki sebuah tato berupa tulisan Little Monsters di lengan atas kirinya.      

Gaga juga telah meluruskan gosip yang menyebut bahwa parfum tersebut beraroma darah dan sperma. Pada September 2010, ketika menandatangani lisensi parfum itu, Gaga pernah memberi keterangan mengenai konsep wangi parfum tersebut. "Saya ingin menyarikan semacam perasaan dan cita rasa darah dan sperma dari struktur molekul. Jadi, dari situlah gosip itu muncul," ucapnya kemudian. "Parfum itu tidak beraroma seperti itu," sambungnya. "Sebenarnya, wangi parfum tersebut seperti seorang pelacur mahal," ucapnya lagi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau