Rebranding alcatel

Alcatel Siapkan Ponsel Android Terjangkau

Kompas.com - 10/11/2011, 16:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sempat meredup selama beberapa tahun di Indonesia, Alcatel melakukan pembaruan bisnis dari vendor ponsel kelas menengah atas menjadi vendor ponsel pintar (smartphone) namun dengan harga relatif murah.

Country Manager Alcatel Indonesia Hero Tjokroardi menganggap Indonesia juga dianggap sebagai pasar yang menarik untuk penjualan ponsel pintar. Hal itu disebabkan penjualan ponsel di tanah air selalu meningkat setiap tahun.

"Dalam riset kami, 80 persen masyarakat Indonesia masih memakai ponsel biasa. Sisanya baru memakai ponsel pintar. Itu merupakan peluang pasar bagi kami untuk menyediakan ponsel pintar namun harganya murah," kata Hero selepas press conference Rebranding Alcatel di Jakarta, Kamis (10/11/2011).

Selama ini, masyarakat Indonesia sudah dianggap familiar dengan ponsel pintar baik dengan desain candybar, QWERTY maupun layar sentuh. Namun, lanjut Hero, belum semua masyarakat Indonesia mampu membeli ponsel pintar dengan harga terjangkau.

Sedangkan ponsel merek lokal atau merek China yang sempat merajai pasar Indonesia tampak sudah stagnan di awal tahun ini. Ditambah, lanjut Hero, ada kecenderungan pasar Indonesia mulai menggeliat kembali untuk memakai ponsel dari merek ternama sejak pertengahan 2011. Ini dianggap sebagai peluang yang baik bagi Alcatel.

Untuk awalnya, Alcatel masuk ke Indonesia dengan mengeluarkan ponsel pintar yang sudah dijejali aplikasi dan desain khas anak muda. Sistem operasinya pun memakai Android, yang sedang marak dipakai di seluruh dunia oleh beragam vendor ponsel.

"Target kita menyasar anak muda, baru lulusan perguruan tinggi, first jobber di kota besar dan secondary city. Kita akan menjual ponsel (dengan harga) maksimal Rp 1,5 juta," tegasnya.

Harapannya, lanjut Hero, target pasar tersebut bisa merasakan memakai ponsel pintar dari Alcatel, setelah membandingkan kualitas, desain, aplikasi dan harga dari vendor lain. "Kami ingin jadi pemimpin pasar ponsel di Indonesia dalam dua tahun ke depan," pungkas Hero dengan optimis.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau