Pilgub dki jakarta

Kecil, Peluang Pencalonan Tantowi oleh Golkar

Kompas.com - 10/11/2011, 18:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski sudah lama nama Tantowi Yahya diisukan menjadi bakal calon gubernur DKI Jakarta, Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar DKI Jakarta belum tentu mencalonkan anggota Komisi I DPR RI itu.

"Tantowi kecil kemungkinan untuk maju karena tidak ada upaya darinya untuk datang ke DPD," kata Sekretaris Jendral DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Zainuddin, Kamis (10/11/2011) di Jakarta.

Zainuddin mengatakan, salah satu bakal calon lain dari Golkar, yakni Aziz Syamsuddin, sudah pernah berkunjung ke DPD. Dalam kesempatan itu, Aziz mempersilakan Prya Ramadhani selaku Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta untuk terus melenggang menjadi balon gubernur di Pemilihan Umum Kepala Daerah DKI Jakarta pada 2012. "Aziz Syamsuddin sempat kemari. Ia juga legawa agar Prya saja yang maju nanti," jelas Zainuddin.

Kendati demikian, ia mengaku bahwa hingga saat ini belum ada keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar soal pencalonan Prya. DPD Golkar sendiri telah menyampaikan pencalonan itu di Rapat Pimpinan Nasional akhir Oktober 2011. Ia juga menjelaskan bahwa otoritas hirarki Partai Golkar berbeda dengan yang lain. "Perbandingannya 60 persen DPD dan 40 persen DPP. Jadi, DPD memiliki kewenangan yang lebih besar," ujarnya.

Mengenai hal ini, Tantowi mengatakan bahwa penentuan calon yang akan maju mewakili Golkar ditentukan melalui Musyawarah Nasional (Munas) yang dipilih dari tingkat kabupaten, provinsi, dan hasil survei DPP. Saat ini Golkar masih melakukan survei pada tiga calon. "Jadi masih menunggu keputusan dari DPP mengenai siapa yang maju," ujar Tantowi.

Dalam beberapa survei yang dilakukan oleh lembaga survei independen beberapa waktu lalu, Tantowi lebih populer menjadi balon gubernur ketimbang Prya dan Aziz. Bulan lalu, Direktur Eksekutif Median Survei Nasional Rico Marbun mengatakan bahwa Tantowi sangat digandrungi oleh kaum perempuan di Ibu Kota.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau