Nazaruddin Siapkan Kartu As di Pengadilan

Kompas.com - 10/11/2011, 20:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tersangka kasus suap wisma atlet, Muhammad Nazaruddin, menyiapkan saksi dan bukti yang dapat menjadi kartu ss di persidangannya nanti. Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu akan membuktikan bahwa dia tidak menerima suap dan mengungkap otak di balik kasus wisma atlet SEA Games.

"Sekarang sesuatu kurang adil. Saya pikir sekarang Nazar itu seolah-olah otaknya dalam penyuapan ini, seolah-olah Rosa orang yang enggak mengerti apa-apa. Sekarang  Idris ini sebagai manajer yang terima gajian kan juga sebetulnya ada otaknya, kenapa tidak dihadirkan?" ujar kuasa hukum Nazaruddin, Elza Syarief, di Jakarta, Kamis (10/11/2011).

Rosa yang dimaksud adalah Direktur Pemasaran PT Anak Negeri sekaligus anak buah Nazaruddin. Sementara Idris merupakan Manajer Pemasaran PT Duta Graha Indah (PT DGI). Keduanya dianggap terbukti memberi suap ke Nazaruddin sehingga divonis 2,5 tahun dan 2 tahun penjara.

Lebih jauh Elza enggan menjelaskan siapa saksi ataupun bukti yang akan menjadi kartu as bagi Nazaruddin di persidangan. "Jangan (diungkap), nanti ketahuan lawan," ucapnya.

Sekitar dua pekan ke depan, Nazaruddin akan menjalani sidang perdananya. Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, pihaknya akan mendakwa mantan anggota DPR itu dengan pasal penerimaan suap atau gratifikasi.

Sementara untuk pasal tindak pidana pencucian uang, KPK belum dapat menggunakannya. Namun, kata Johan, tidak menutup kemungkinan kasus wisma atlet akan berkembang ke kasus lain dengan perkara pencucian uang. "Bisa kami kembangkan nanti (ke pencucian uang), tetapi kan sekarang sidangnya saja belum dimulai," ujarnya.

Johan juga membantah jika KPK dikatakan melokalisasi kasus Nazaruddin. Dia lantas mempersilakan Nazaruddin mengungkap lebih jauh apa yang diketahuinya di persidangan. "Nanti sampaikan di persidangan, ada ruangnya. Nanti KPK akan kembangkan," kata Johan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau