Penerbangan

Sriwijaya Air Beli 12 Boeing 737-500 Bekas

Kompas.com - 11/11/2011, 10:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Untuk mendukung pertumbuhan industri penerbangan, maskapai Sriwijaya Air akan mengganti 12 unit Boeing 737-200 yang dioperasikan saat ini dengan 12 unit Boeing 737-500. Selain itu, untuk tahun 2012 akan didatangkan 4 unit Boeing 737-800. 

"Untuk Boeing 737-500 yang kami beli second dari maskapai Continental, maskapai di Amerika. Pesawat itu kemudian akan ditambah delapan kursi kelas bisnis.

"Namun, saat ini kami belum memutuskan apakah mau menetapkan sebagai maskapai premium atau tidak," kata Direktur Komersial Sriwijaya Air Toto Nursatyo, Jumat (11/11/2011) saat dihubungi.

Untuk menetapkan diri di kelas premium, kata Toto, juga tak mudah, karena sangat sulit mencari lokasi di bandara untuk mendirikan tempat lounge. Saat ini pun, hanya Garuda yang terbang di kelas premium.

Akhir tahun ini, Sriwijaya Air hanya menerbangkan 30 pesawat, maka pada akhir tahun depan Sriwijaya Air akan memiliki hingga 42 pesawat. Penambahan jumlah pesawat itu untuk memantapkan posisi Sriwijaya Air di maskapai ketiga terbesar di belakang Lion Air dan Garuda Indonesia.

"Kami juga segera terbang ke rute-rute baru, seperti Cengkareng-Kuala Lumpur, Surabaya-Kuala Lumpur, dan Bandung-Kuala Lumpur. Ketika Boeing 737-800 datang, kami juga akan terbang ke China," kata Toto.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau