Kate Pilih Gaun "One Shoulder" ala Yunani

Kompas.com - 11/11/2011, 12:02 WIB

KOMPAS.com - Sesaat setelah mengumumkan perpisahannya dengan Pangeran William selama enam minggu tahun depan (The Duke of Cambridge akan bertolak ke Falkland Islands dalam tugasnya sebagai pilot helikopter Royal Air Force pada bulan Februari), Kate Middleton hadir dalam sebuah jamuan makan di St James Palace, Kamis (10/11/2011) lalu. Sekitar 120 tamu menghadiri acara amal yang digelar untuk National Memorial Arboretum (NMA) Appeal, dimana William menjadi pelindungnya.

Kate, sekali lagi menunjukkan gaya yang berbeda dalam penampilannya kali ini. Ia mengenakan gaun bergaya Yunani dengan model asimetris. Gaun one shoulder dari bahan sifon dan satin ini terikat di bagian pinggang, dengan aksen bunga apiun warna merah di dada kirinya. Belum jelas siapa perancang gaun berwarna metalik ini, apakah Jenny Packham atau Alice Temperley. Kate mengenakan sepasang sepatu dengan warna yang serasi.

Dalam suatu jamuan makan untuk amal awal November lalu, untuk pertama kalinya Kate juga mengenakan gaun yang menampakkan bahu dan lengannya. Perempuan yang dua bulan lagi akan berusia 30 tahun ini tampak glamor dalam gaun vintage warna biru pucat dari Amanda Wakeley. Gaun dari koleksi Winter 2006 ini menggunakan tali yang dihiasi manik-manik, mengelilingi bahu dan bawah dadanya.

Pilihan busana Kate akhir-akhir ini makin jadi perhatian, karena banyak yang menduga ia sedang hamil muda. Dalam kunjungan resmi ke Copenhagen, Denmark, awal November lalu, Kate memilih coat warna merah tua dari label high street favoritnya, LK Bennett, yang tampak sedikit kebesaran. Coat itu dirapikan dengan ikat pinggang, namun bagian punggungnya masih tampak kedodoran.

Kate juga menolak mencicipi selai kacang yang merupakan bagian dari paket UNICEF untuk anak-anak yang menderita kelaparan di Afrika Timur. Produk olahan kacang yang dikonsumsi saat hamil diketahui dapat menyebabkan alergi pada anak yang dilahirkan. Tanpa sadar, Kate berulangkali juga mengelus perutnya.

Jamuan makan yang diadakan di St James Palace dimaksudkan untuk menggalang dana hingga 18 juta dollar untuk mengubah Armed Forces Memorial yang berlokasi di dekat Lichfield, Staffordshire, menjadi pusat peringatan para prajurit yang tewas di daerah-daerah konflik. Lebih dari 300.000 keluarga, prajurit, veteran, dan masyarakat umum mengunjungi situs tersebut setiap tahunnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau