Perbankan

Peringkat Bank Mega Turun

Kompas.com - 11/11/2011, 12:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Pemeringkat Fitch Ratings di Jakarta, Jumat (11/11/2011), telah menurunkan peringkat Nasional Jangka Panjang PT Bank Mega Tbk (Bank Mega) menjadi A dari A+ dengan prospek stabil.

Pada saat yang sama, Fitch juga menurunkan peringkat obligasi subordinasi Bank Mega menjadi A- dari A, yang ditetapkan satu peringkat di bawah peringkat Nasional Jangka Panjang. Obligasi tersebut tidak memiliki klausul penundaan secara kumulatif (cumulative deferral).

Penurunan peringkat ini mencerminkan melemahnya waralaba dana pihak ketiga dan rasio likuiditas Bank Mega. Peringkat-peringkat ini akan mendapat tekanan jika terjadi penurunan lebih jauh di dalam profil likuiditas dan dana pihak ketiga serta melemahnya kualitas aset seiring pesatnya pertumbuhan kredit.

Sanksi yang diberikan oleh Bank Indonesia pada Mei 2011 yang melarang Bank Mega untuk membuka cabang baru selama kurun waktu satu tahun telah menyebabkan bank kesulitan dalam mengembangkan jaringan untuk meningkatkan dana pihak ketiga. Hal ini menyebabkan total aset yang relatif stagnan sebesar Rp 50 triliun pada akhir September 2011, dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan industri sebesar 20 persen dan 25 persen.

Aset likuid Bank Mega, terutama deposito berjangka Bank Indonesia, turun drastis menjadi Rp 348 miliar pada akhir September 2011, yang sebagian digunakan untuk mendukung pertumbuhan kredit. Hal ini menyebabkan rasio pinjaman terhadap dana pihak ketiga naik menjadi 70 persen dari sebelumnya 56 persen.

Eksposur pinjaman tercatat Rp 29,7 triliun pada akhir September 2011. Posisi permodalan tetap memadai dengan rasio modal inti dan kecukupan modal (CAR) masing masing 12,2 persen dan 13,8 persen pada akhir Juni 2011.

CAR turun lebih jauh menjadi 12 persen pada akhir September 2011, seiring dengan pertumbuhan kredit. Namun, Fitch berharap Bank Mega tetap mempertahankan rasio modal inti dan CAR sesuai dengan persyaratan minimum yang telah ditetapkan Bank Indonesia, yaitu masing masing sebesar 5 persen dan 8 persen.

Profitabilitas Bank Mega melemah dengan marjin laba bersih turun menjadi sebesar 4,8 persen pada akhir September 2011 dan rasio laba terhadap total aset turun menjadi sebesar 1,6 persen.

Bank Mega didirikan pada tahun 1969 dan temasuk dalam 15 bank terbesar di Indonesia dari segi aset pada akhir tahun 2010. Bank ini diambil alih oleh Para Group pada tahun 1996.

Setelah pencatatan saham di bursa pada tahun 2000 dan beberapa kali penerbitan saham baru (right issue), kepemilikan Para Group terdilusi menjadi 57,82 persen pada akhir 2010.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau