Tujuh keajaiban dunia

Komodo Menang, Masyarakat Manggarai Barat Bangga

Kompas.com - 12/11/2011, 10:02 WIB

LABUAN BAJO, KOMPAS.com — Masuknya Taman Nasional Komodo (TNK) dalam Tujuh Keajaiban Dunia kategori alam menjadi kebanggaan luar biasa, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Manggarai Barat, di Nusa Tenggara Timur.

"Kami merasa bangga luar biasa, hasil ini berkat dukungan semua pihak, baik masyarakat Manggarai Barat maupun masyarakat di seluruh Indonesia, bahkan masyarakat internasional, pemerintah pusat, pendukung pemenangan komodo (P2K), dan duta pemenangan komodo Jusuf Kalla," kata Bupati Manggarai Barat Agustinus CH Dula, Sabtu (12/11/2011), di Labuan Bajo.

Dalam situs www.new7Wonders.com, berdasarkan hasil penghitungan awal dari hasil voting online yang masuk hingga Jumat (11/11/2011), pukul 11.11 GMT atau pukul 18.11 WIB, TNK menjadi finalis 7 Keajaiban Dunia bersama Amazon, Halong Bay, Iguazu falls, Jeju Island, Puerto Princesa Underground River, dan Table Mountain. Pengumuman secara resmi baru akan dilakukan dalam sebuah acara resmi pada awal tahun 2012.

Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Frans Lebu Raya, dalam sambutannya pada acara penutupan Festival Seni dan Budaya Flores-Lembata, Jumat (11/11/2011), di Manggarai Barat, mengatakan, TNK yang sudah mendunia, dengan banyaknya wisatawan mancanegara yang datang ke Manggarai Barat perlu ditangkap peluang itu.

Turis asing yang datang melihat komodo juga dapat ditarik menyinggahi obyek wisata menarik lainnya, terutama di Pulau Flores, terus ke timur hingga Lembata, Alor, Timor, dan Sumba.

"Pariwisata NTT harus siap karena NTT bersama NTB dan Bali masuk dalam Koridor V Rencana Induk Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi sebagai pintu gerbang pariwisata dan pendukung pangan nasional," kata Frans Lebu Raya.

Pada acara penutupan itu pula, Frans mencanangkan Tahun Kunjungan NTT 2013 dan menyampaikan rencana Sail Komodo 2013.

Sementara itu, Wakil Ketua Forum Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat Marius Saridin mengatakan, kemenangan TNK dalam kontes Tujuh Keajaiban Dunia merupakan pilihan dunia.

"Karena kriteria yang dipakai di antaranya memperhitungkan keseimbangan komposisi dukungan antara masyarakat suatu negara dan dukungan dari luar negeri, keseimbangan jender, seberapa besar dukungan antara perempuan dan laki-laki, juga komposisi usia, antara kalangan dewasa dan anak-anak," kata Marius.

Menurut Marius, momentum penting ini jangan dilewatkan begitu saja, Pemkab Manggarai Barat harus berbenah, sektor infrastruktur ditingkatkan, juga disiapkan SDM masyarakat sebagai pelaku pariwisata.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau