Bencana alam

Poros Lumajang-Malang Longsor

Kompas.com - 14/11/2011, 05:51 WIB

Lumajang, Kompas - Jalan poros Lumajang-Malang, Jawa Timur, Minggu (13/11), longsor akibat tergerus air. Lokasi longsor di Dusun Kamarkajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, mengakibatkan sebagian aspal jalan menggantung sehingga tidak bisa dilalui.

”Longsor terjadi sekitar pukul 06.00 WIB dan diduga karena hujan terus-menerus sehingga air menggerus tanah yang labil,” kata Paimin, Camat Candipuro Lumajang, Minggu.

Longsor seluas 17 meter x 18 meter tersebut menyebabkan sebagian aspal jalan menggantung. Akibatnya, jalan utama Lumajang-Malang hanya dibuka satu jalur sehingga lalu lintas cenderung terhambat, tetapi tidak menimbulkan kemacetan.

”Hingga kini tidak ada kemacetan karena diberlakukan sistem buka tutup. Sejumlah personel keamanan dan masyarakat bergantian menjaga titik longsoran agar tidak membahayakan pengguna jalan,” tutur Kepala Polsek Candipuro Ajun Komisaris Sutopo.

Tim gabungan terdiri dari Kodim 0821 Lumajang, Polsek Candipuro, Koramil Candipuro, dan Satlak Penanggulangan Bencana Lumajang yang siaga di lokasi menyerukan agar kendaraan berat tidak melalui jalur selatan tersebut agar longsoran tidak semakin parah.

Dilarang melintas

Komandan Kodim 0821 Lumajang Letkol (Kav) Erwin Jatniko menegaskan, jalur Lumajang-Malang, tepatnya di wilayah Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo, selama ini masuk kategori rawan longsor.

”Kami menyerukan agar truk pengangkut pasir untuk sementara tidak lewat jalan ini. Jangan sampai longsoran semakin parah hingga benar-benar memutus jalur utama Lumajang-Malang dan justru menyulitkan banyak pihak,” ujarnya.

Apalagi kontur medan perbukitan menjadi salah satu faktor yang membuat kawasan itu sangat rawan longsor terutama pada musim hujan. Sekretaris Satlak Penanggulangan Bencana Lumajang Rochani mengatakan, selain longsor Minggu pagi, pada Jumat (11/11) juga terjadi longsor di Desa Taman Ayu, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang.

Longsor menimpa empat dusun, yaitu Dusun Taman Ayu, Jonggrang, Sido Mukti, dan Manggisan. Longsor menyebabkan 16 rumah rusak ringan dan 2 rusak berat.

Longsor di Desa Taman Ayu sudah tertangani. Pemerintah Kabupaten Lumajang bahkan segera memberikan bantuan untuk pembangunan dua rumah warga yang rusak berat.

Adapun untuk longsor di jalur Lumajang-Malang, pada Senin (14/11), akan dilakukan pemasangan beronjong. Pemasangan beronjong sangat penting untuk menghindari meluasnya longsoran, apalagi saat ini hampir setiap hari kawasan itu diguyur hujan.

Dari Badung, Bali, dilaporkan, Nur Salim (40), warga asal Banyuwangi, Jawa Timur, tewas tertimbun longsoran tanah bekas penambangan batu paras di Sading, Banjar Tegehe, Kabupaten Badung, Minggu petang.

Saat itu hujan sudah berlangsung sekitar dua jam. Curah hujan yang tinggi memaksa Nur, pemulung di lokasi longsor, diduga tengah berteduh sendirian.

Namun, naas, tebing yang dipijaknya tergerus dan menimpanya. Kepala Penanggulangan Bencana Bali Putu Anom Agustina mengatakan, pihaknya sudah mengevakuasi korban dan membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah Badung.

(DIA/AYS)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau