Lumajang, Kompas -
”Longsor terjadi sekitar pukul 06.00 WIB dan diduga karena hujan terus-menerus sehingga air menggerus tanah yang labil,” kata Paimin, Camat Candipuro Lumajang, Minggu.
Longsor seluas 17 meter x 18 meter tersebut menyebabkan sebagian aspal jalan menggantung. Akibatnya, jalan utama Lumajang-Malang hanya dibuka satu jalur sehingga lalu lintas cenderung terhambat, tetapi tidak menimbulkan kemacetan.
”Hingga kini tidak ada kemacetan karena diberlakukan sistem buka tutup. Sejumlah personel keamanan dan masyarakat bergantian menjaga titik longsoran agar tidak membahayakan pengguna jalan,” tutur Kepala Polsek Candipuro Ajun Komisaris Sutopo.
Tim gabungan terdiri dari Kodim 0821 Lumajang, Polsek Candipuro, Koramil Candipuro, dan Satlak Penanggulangan Bencana Lumajang yang siaga di lokasi menyerukan agar kendaraan berat tidak melalui jalur selatan tersebut agar longsoran tidak semakin parah.
Komandan Kodim 0821 Lumajang Letkol (Kav) Erwin Jatniko menegaskan, jalur Lumajang-Malang, tepatnya di wilayah Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo, selama ini masuk kategori rawan longsor.
”Kami menyerukan agar truk pengangkut pasir untuk sementara tidak lewat jalan ini. Jangan sampai longsoran semakin parah hingga benar-benar memutus jalur utama Lumajang-Malang dan justru menyulitkan banyak pihak,” ujarnya.
Apalagi kontur medan perbukitan menjadi salah satu faktor yang membuat kawasan itu sangat rawan longsor terutama pada musim hujan. Sekretaris Satlak Penanggulangan Bencana Lumajang Rochani mengatakan, selain longsor Minggu pagi, pada Jumat (11/11) juga terjadi longsor di Desa Taman Ayu, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang.
Longsor menimpa empat dusun, yaitu Dusun Taman Ayu, Jonggrang, Sido Mukti, dan Manggisan. Longsor menyebabkan 16 rumah rusak ringan dan 2 rusak berat.
Longsor di Desa Taman Ayu sudah tertangani. Pemerintah Kabupaten Lumajang bahkan segera memberikan bantuan untuk pembangunan dua rumah warga yang rusak berat.
Adapun untuk longsor di jalur Lumajang-Malang, pada Senin (14/11), akan dilakukan pemasangan beronjong. Pemasangan beronjong sangat penting untuk menghindari meluasnya longsoran, apalagi saat ini hampir setiap hari kawasan itu diguyur hujan.
Dari Badung, Bali, dilaporkan, Nur Salim (40), warga asal Banyuwangi, Jawa Timur, tewas tertimbun longsoran tanah bekas penambangan batu paras di Sading, Banjar Tegehe, Kabupaten Badung, Minggu petang.
Saat itu hujan sudah berlangsung sekitar dua jam. Curah hujan yang tinggi memaksa Nur, pemulung di lokasi longsor, diduga tengah berteduh sendirian.
Namun, naas, tebing yang dipijaknya tergerus dan menimpanya. Kepala Penanggulangan Bencana Bali Putu Anom Agustina mengatakan, pihaknya sudah mengevakuasi korban dan membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah Badung.