Disparbud Bantah Akan Tutup Shy Rooftop

Kompas.com - 14/11/2011, 16:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budiman menyanggah bahwa Shy Rooftop, yang merupakan tempat kejadian perkara (TKP) tewasnya siswa SMA Pangudi Luhur beberapa waktu lalu, akan ditutup. Ia menjelaskan, tidak beroperasinya tempat hiburan lantaran masih dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian.

"Itu tidak benar. Saat ini, Shy Rooftop masih tutup karena police line-nya belum dibuka. Penyelidikan juga masih berlanjut," kata Arie ketika dihubungi Kompas.com, Senin (14/11/2011).

Menurut dia, masalah ini merupakan ranah kepolisian sehingga keputusan penutupan tempat hiburan ini tidak dapat dilakukan begitu saja. Karena itu, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan dari pihak kepolisian.

"Masalahnya, kan, kriminalitas yang terjadi. Kami tidak ambil keputusan begitu saja. Dilihat dulu hasilnya," jelas Arie.

Kendati demikian, ia menjelaskan bahwa sanksi tetap akan dijatuhkan pada tempat hiburan itu, nantinya. Namun, bentuk sanksinya belum dapat ditentukan, mengingat polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mencari tahu duduk perkara hingga terjadi pembunuhan yang menewaskan siswa SMA Pangudi Luhur, Raafi Aga Winasya Benyamin (17).

"Sanksi itu pasti. Tapi bagaimana dapat menjatuhkan sanksi jika belum diketahui hasil pemeriksaannya," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, siswa kelas III SMA Pangudi Luhur, Raafi Aga Winasya Benjamin, tewas ditusuk orang tak dikenal pada Sabtu (5/11/2011) dini hari di Shy Rooftop, Kemang, Jakarta Selatan. Peristiwa itu diduga terjadi pada pukul 02.00-03.00 WIB. Tetapi, pihak kepolisian baru tiba pada pukul 03.30 WIB setelah mendapat informasi dari masyarakat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau