Untuk Transaksi E-Money, Pemerintah Akan Gunakan RFID

Kompas.com - 15/11/2011, 10:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah sedang mengembangkan fitur yang memungkinkan ponsel sebagai alat pembayaran transaksi keuangan. Dengan fitur tersebut, pembayaran transaksi keuangan tidak lagi menggunakan uang tunai.

Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Muhammad Budi Setyawan menjelaskan fitur ini bahkan lebih maju dari hanya menggunakan e-money sebagai alat pembayaran transaksi keuangan.

"Fitur alat pembayaran di masa depan akan semakin maju, mulai dari e-money (uang modern) hingga fitur RFID  yang bisa dilakukan melalui ponsel," ungkap Budi selepas pers conference di Bank Indonesia Jakarta, Senin (14/11/2011).

RFID (Radio Frequency Identification) adalah semacam pengganti barcode yang bertindak sebagai alat pembayaran atau bahkan bisa digunakan untuk kunci mobil.

Di dalam negeri, fitur ini sudah diadopsi pada angkutan umum untuk memperoleh bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Perangkat tersebut dipasang dalam mobil. Saat ini masih dilakukan uji coba pada 3.000 unit kendaraan mikrolet di Jakarta sehingga melarang penggunaan premium bagi kendaraan "pelat hitam".

"Rencananya fitur ini akan diaplikasikan serentak di Jakarta tahun depan," jelasnya.

Ke depan, fitur ini bakal menggantikan e-money sebagai alat pembayaran transaksi keuangan. Jadi, untuk membayar transaksi, pengguna tinggal menaruh ponselnya pada mesin pembaca dan saldo pulsa akan terpotong sesuai transaksi pembayarannya. Rumornya, fitur ini juga bakal diaplikasikan pada iPhone, yaitu mengintegrasikan frekuensi radio ke iPhone. Namun sampai saat ini belum jelas kapan fitur tersebut akan diaplikasikan. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau