Sea games

PNS Dukung Pebalap Indonesia

Kompas.com - 15/11/2011, 11:07 WIB

SUBANG, KOMPAS.com - Para Pegawai Negeri Sipil Kabupaten Subang meninggalkan pekerjaannya dan menonton balapan sepeda nomor Team Time Trial, Selasa (15/11/2011). Mereka berjajar di tepi jalan di depan Kantor Kepolisian Resor Subang yang dijadikan titik start.

Mereka juga mengabadikan momen-momen balapan pemanasan. "Atlet Malaysia dan Thailand ganteng-ganteng ya," komentar seorang ibu PNS.

PNS di linkungan kantor Pemkad Subang Nur Hayat mengatakan, atasannya mengizinkan para PNS untuk meninggalkan kerja untuk sementara. "Untuk memberi dukungan. Lagipula SEA Games kan tidak setiap tahun ada," ujarnya.

Para PNS yang ikut menonton antara lain dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Subang. Mereka bersorak-sorai ketika tim Indonesia yang diwakili Agung Ali Sahbana, Hari Fitrianto, Ryan Ariehaan Hilman, dan Robin Manulians melintas. Mereka start di interval terakhir.

"Setelah ini, masih ada balapan lagi enggak?" Tanya Euis PNS. "Nanti semua pembalap balik kesini setelah memutar di Bantar Waru," jawab seorang polisi yang ikut menjaga ketertiban balapan. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau