Bromo, Gunung Berapi Paling Berkesan di Dunia

Kompas.com - 15/11/2011, 13:11 WIB

KOMPAS.com - Gunung berapi, mematikan sekaligus indah. Sebuah paduan yang telah menarik wisatawan untuk datang dan menjelajahinya. Lonely Planet memuat beberapa gunung berapi paling berkesan di dunia. Ternyata, Gunung Bromo di Indonesia adalah salah satu dalam daftar itu. Berikut daftar gunung berapi itu.

Gunung Hekla, Islandia. Selain disebut dengan nama “Gateway to Hell” atau pintu masuk ke neraka. Terakhir bererupsi tahun 2010.

Hekla berarti "hooded one" karena gunung ini ditutupi awan sehingga seolah-olah dikerudungi oleh awan. Gunung ini meletus cukup banyak yaitu setiap 10 tahun. Gunung ini sebenarnya nyaman didaki.

Tentu merasa letih mendaki gunung ini, namun akan terbayarkan bila Anda tiba di puncak gunung yang tertutup salju. Jika Anda ke gunung ini pada musim dingin, akan ada mobil salju wisata ke atas.

Gunung St. Helens, Amerika Serikat. Pada tanggal 18 Mei 1980, letusan gunung berapi ini bererupsi dan menciptakan sebuah kawah selebar 1,5 kilometer di sisi utaranya. Di sekitar gunung, terdapat sejumlah lintasan untuk hiking. Pendaki yang ingin menuju puncak harus memperoleh izin.

Gunung Pinatubo, Filipina. Setelah sekitar 600 tahun dianggap sebagai gunung mati, pada tahun 1991, Gunung Pinatubo menghasilkan salah satu guncangan vulkanik terbesar di abad ke-20. Saat itu, ia meletuskan abu batu hingga 40 kilometer ke atas langit dan menyebabkan kepala gunung itu runtuh hampir setinggi 300 kilometer.

Jalan baru yang dapat diakses oleh pejalan kaki untuk pendakian dapat dimulai dari Santa Juliana. Tempat ini juga merupakan tempat ziarah setiap tanggal 30 November, sebagai peringatan letusannya.

Gunung Paricutan, Mexico. Paricutan adalah salah satu gunung termuda di bumi. Saat Perang Dunia II, sebuah erupsi terjadi di tengah ladang jagung. Lahar mengalir hingga sekitar 20 kilometer persegi dan melanda dua desa. Sekarang, pemandangan yang tersisa dari kedua desa itu hanya menara gereja desa yang tampak menonjol keluar dari lahar yang sudah membeku.

Perjalanan menyusuri gunung dapat dilakukan dengan berjalan kaki atau dengan naik kuda untuk menuju puncak. Namun pemandangan bekas aliran lahar sangat memukau. Anda dapat berlari dan melompat di pasir gunung.

White Island, Selandia Baru. White Island telah bererupsi secara konstan selama tiga dekade terakhir. Pulau ini dapat dikunjungi dengan perahu atau helikopter dari Whakatane. Saat mendarat di Teluk Crater, Anda akan menyaksikan berbagai fitur khas gunung ini yang sangat menarik.

Stromboli, Italia. Dikenal sebagai "Mercusuar dari Mediterania" karena erupsinya yang permanen. Stromboli adalah bagian dari Kepulauan Aeolian, sebuah kepulauan dengan tujuh puncak gunung berapi yang terletak di lepas pantai utara Sisilia.

Hal yang paling mengagumkan dari pulau-pulau ini adalah Stromboli yang bererupsi teratur dengan debu, uap, dan batu. Lalu seketika itu pula lahar mengalir dan menurun ke hingga ke Laut Mediterania.

Tempat terbaik untuk melihat Stromboli adalah di atas kapal nelayan pada saat senja. Untuk menuju Kepulauan Aeolian dapat menggunakan kapal feri dari Naples dan Milazzo di Sisilia.

Soufriare Hills, Montserrat, Karibia. Soufriare Hills kembali bererupsi setelah selama 4 abad yaitu pada tahun 1995. Setelah kembali tenang selama dekade berikutnya, pada Januari 2007, gunung berapi ini meletus lagi, dan awan abu menyelimuti kedua pulau. Jika Anda ingin ke pulau itu, terdapat observatorium terbuka untuk pengunjung.

Hawaii Volcanoes National Park, Amerika Serikat. Hawaii Volcanoes National Park memiliki dua gunung berapi aktif. Di tengah pemandangan kawah dan kerucut sinder, bukit tinggi dengan bebatuan, lautan lava telah mengeras. Anda dapat membayar untuk menyaksikan aliran lava tersebut.

Rabaul, Papua Niugini. Pada tahun 1994, gunung berapi kembar di sekitar Rabaul meletus dan banyak wisatawan yang menganggap letusan tersebut terbesar di Pasifik. Letusan tersebut menghancurkan bandara dan menutupi sebagian besar kotanya dengan hujan abu yang tebal.

Letusan terakhir ini mendorong relokasi ibukota provinsi ke Kokopo. Jika ingin berkunjung ke sana, wisatawan dapat berlayar yang diadakan dua kali seminggu dari Rabaul ke Lae.

Gunung Bromo, Indonesia. Selama abad ke 20, gunung ini telah meletus sebanyak 3 kali dengan interval waktu yang teratur dengan letusan terbesar terjadi tahun 1974 dan letusan terakhir terjadi pada tahun ini, 2011.

Anda bisa menyewa kuda atau naik mobil jeep untuk melintasi lautan pasir Bromo dan menuju ke puncak Bromo. Di tengah lautan pasir Bromo terdapat pura besar dengan arsitektur khas Jawa yang diperuntukkan bagi tempat ibadah umat Hindu setempat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau