KPK Belum Berencana Periksa Kembali Boediono dan Sri

Kompas.com - 15/11/2011, 15:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi belum berencana memeriksa kembali Wakil Presiden Boediono dan mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait penyelidikan kasus bailout Bank Century. Sejauh ini, keterangan keduanya belum diperlukan lagi.

"Sampai saat ini belum (ada kemungkinan periksa Sri Mulyani), Boediono belum," kata Johan di Jakarta, Selasa (15/11/2011).

Boediono dan Sri Mulyani pernah diperiksa KPK terkait bailout Bank Century ini. Boediono diperiksa dalam kapasitasnya sebagai Gubernur Bank Indonesia saat itu sementara Sri dimintai keterangan sebagai Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Keduanya dinilai oleh panitia khusus (Pansus) Bank Century DPR sebagai pihak yang bertanggung jawab atas penggelontoran dana talangan Rp 6,7 triliun. Namun hingga kini KPK belum menemukan indikasi tindak pidana korupsi dan pihak yang bertanggung jawab terhadap bailout tersebut.

Juru Bicara KPK, Johan Budi mengatakan, pihaknya serius dan belum berhenti mencari indikasi korupsi bailout Century. "Kita serius melakukan penyelidikan Century baik (memeriksa pihak) dari BI (Bank Indonesia), maupun di luar BI," kata Johan.

Hari ini KPK kembali memeriksa mantan Deputi Gubernur Senior BI, Miranda Goeltom. Beberapa waktu lalu, KPK juga kembali memeriksa Deputi Gubernur BI nonaktif, Budi Mulya.

Terkait perkembangan penanganan kasus Century oleh KPK, Panitia Pengawas Bank Century DPR mengancam akan menyelesaikan kasus bailout tersebut melalui proses politik di DPR jika KPK tidak dapat menemukan indikasi korupsi hingga akhir tahun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau