Jakarta selalu banjir

Istri dan Anak-anak Kami Stres

Kompas.com - 15/11/2011, 17:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Banjir kembali merendam Kampung Pulo, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (14/11/2011) hingga Selasa sore ini.

"Tadi malam sampai dini hari tadi, 2 meter lagi lho tinggi air di sini," kata Ketua RT 11/ RW 03 Sugiyono.

Beberapa warga setempat mengeluhkan banjir yang datang dan pergi sehingga membuat lingkungan mereka selalu basah dan lembab. Saat air mengering dan warga berlomba membersihkan rumahnya, tiba-tiba sore harinya meskipun Jakarta tidak hujan, banjir datang lagi.

"Warga yang perempuan, seperti istri sama anak-anak, paling stres. Mereka kan yang paling banyak berada di rumah sementara kita kerja. Sekarang kerja kita pun terganggu," kata warga lain menimpali.

Sardi (60), warga setempat yang mengaku telah tinggal sejak 1983 di Kampung Pulo, mengatakan, banjir yang melanda Kampung Pulo sejak Maret 2011 sampai sekarang membuat warga gampang sakit. "Malah sudah ada yang meninggal," katanya.

Senin kemarin seorang perempuan warga Kampung Pulo meninggal dan terpaksa jasadnya disemayamkan di tempat lain karena rumahnya terendam sebelum dimakamkan.

Menurut informasi dari warga, dia lebih dari sepekan dirawat di RS Fatmawati sebelum akhirnya meninggal.

"Kami mau kondisi sungai dikembalikan seperti sebelum marinir membangun gorong-gorong. Setelah itu, kalau ada rencana penataan lagi, mari dibicarakan dulu bersama-sama warga. Waduk yang dijanjikan pemprov itu jelas tidak akan membantu kurangi banjir, kalau sungai ini tidak dikeruk lumpur dan sampahnya," kata Sugiyono.

Saat ini, bantuan makanan siap santap dan obat-obatan sudah kembali mengalir ke Kampung Pulo setelah beberapa hari terakhir terhenti.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau