JAKARTA, KOMPAS.com — Bambang Pamungkas berhasil menyarangkan satu gol ke gawang Iran hingga babak pertama berakhir dalam pertandingan terakhir di laga Pra-Piala Dunia 2014 Grup E Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (15/11/2011). Meski masih tertinggal, gol Bambang Pamungkas membuat Indonesia memperkecil kekalahan menjadi 1-3.
Bepe, begitu Bambang Pamungkas kerap dipanggil, mencetak gol perdana dalam pertandingan ini pada menit ke-43. Gol ini dicetaknya atas kerja sama yang baik dengan Mahyadi Panggabean dan Samsul Arif. Mahyadi menendang bola dari tengah ke arah kiri gawang. Usai menyambut bola, Samsul Arif segera melepaskan umpan ke arah Bepe yang langsung disambut sundulan keras oleh kapten timnas senior ini. Gol pun bersarang di gawang Mahdi Rahmati.
Sebelumnya, Indonesia sudah kebobolan tiga gol. Sejak awal babak pertama, Iran sudah tampil impresif dengan melancarkan serangan bertubi-tubi ke gawang Hendro Kartiko. Tiga gol dicetak oleh Milad Midavood, Mojtaba Jabari, dan Gholam Reza Rezai.
Gol pertama Iran terjadi pada menit ke-6, Milad berhasil menggiring bola dari sisi tengah. Pemain Indonesia, Mahyadi, yang membayanginya sempat terjatuh sehingga Milad terus berlari tanpa halangan dan mampu menembus gawang Hendro.
Pada menit ke-20, Mojtaba mencetak gol atas kerja sama yang baik dengan Ghazi Najafabadi. Ghazi yang menggiring bola di sisi tengah juga sempat berhadap-hadapan dengan kiper Indonesia, tetapi sebelum bertabrakan, dia mengoper bola ke Mojtaba yang ada di sisi kirinya. Gol pun tak terelakkan.
Di menit ke-24, Iran tampak makin haus. Aksi individu Gholam dari sisi pojok kiri gawang Indonesia berhasil membuahkan gol dengan memanfaatkan blunder yang dibuat Hendro. Saat melihat Ghlam menggiring bola sendirian, Hendro maju menghampiri. Sayangnya, maksudnya untuk menangkap bola tidak kesampaian. Gholam yang sempat jatuh karena bertabrakan masih sempat bangun dan memantulkan bola ke tiang kanan gawang hingga bersarang di gawang Indonesia.
Pemain Iran tampak mudah sekali menembus lini pertahanan Indonesia. Sementara itu, sejumlah serangan Indonesia ke lini pertahanan Iran dengan mudahnya sering dipatahkan oleh pemain tengah dan bertahan Iran.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang