Teroris

Polri Akui Lemahnya Pengawasan di Perbatasan

Kompas.com - 15/11/2011, 20:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution mengakui adanya pengawasan yang lemah di daerah perbatasan. Hal tersebut mengakibatkan kelompok teroris Abu Omar begitu mudah memasok senjata dari Filipina melalui Nunukan dan Balikpapan, Kalimantan Timur, serta dari jalur Makassar dan Surabaya.

"Jadi, sebenarnya semuanya lemah. Termasuk kita juga dalam mengawasi teritori kita, sangat lemah. Wilayah kita luas sekali. Berapa pengamanan kita yang ada di sana. Ini bisa melewati kampung-kampung, mana tahu orang," ujar Saud di Gedung Humas Polri, Jakarta, Selasa (15/11/2011).

Ia mengatakan, para teroris atau penyelundup senjata bisa saja melewati sungai dengan perahu sehingga tidak terdeteksi oleh aparat keamanan di darat maupun laut. Apalagi, jumlah aparat di daerah perbatasan sangat terbatas.

"Mereka, misalnya naik perahu, bisa saja kan. Di sinilah masalah kita untuk mengawasi perbatasan kita yang sangat luas. Aparat kita yang di lapangan terbatas. Jadi, mereka mencari celah untuk kapan mereka lewat," tuturnya

Oleh karena itu, lanjut Saud, ia meminta pihaknya di lapangan agar waspada terhadap berbagai kemungkinan masuknya orang-orang tak dikenal di perbatasan. Selain itu, ia juga meminta masyarakat peka terhadap orang baru maupun aktivitas yang mencurigakan di sekitar lingkungannya, sehingga aksi penyelundupan bisa dicegah.

"Kalau ada keanehan-keanehan di masyarakat, sampaikanlah kepada aparat," tandasnya.

Seperti diketahui, pemasokan dan pengumpulan senjata ini dilakukan jaringan Abu Omar untuk menghidupkan kembali kegiatan militer. Selain itu, jariangan ini juga mencari dana bagi kelompok mereka dengan menjual lagi senjata-senjata itu kepada kelompok radikal lainnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau