Industri kreatif

Negara-negara ASEAN Sedang Mengidentifikasi Potensi

Kompas.com - 15/11/2011, 20:44 WIB

NUSA DUA, KOMPAS.com Negara-negara ASEAN tengah mengidentifikasi potensi industri kreatif di kawasan mereka. Karena itu, dalam ASEAN Fair di Nusa Dua, Bali, banyak ditampilkan produk kreatif seperti batik, film, dan lukisan.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Kementerian Perdagangan Hesti Indah Kresnarini di sela-sela ASEAN Fair, Selasa (15/11/2011) di Nusa Dua.

"Industri kreatif menjadi perhatian bersama ASEAN. Saat ini negara-negara ASEAN tengah mengindentifikasi potensi industri kreatif. Nantinya kami akan promosi bareng terkait industri kreatif," ujarnya.

ASEAN Fair mengambil tema "Hello ASEAN", dan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Acara itu berakhir 23 November.

Ajang tersebut menjadi media promosi sehingga diharapkan volume perdagangan Indonesia ke ASEAN bisa ditingkatkan.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, total ekspor nonmigas Indonesia ke negara-negara ASEAN tahun 2010 tercatat 27 miliar dollar Amerika Serikat. Dari total ekspor nonmigas, pangsa ke ASEAN berkisar 22 persen.

Pada periode Januari-Mei, ekspor nonmigas ke ASEAN mencapai 13,8 miliar dollar AS dengan pangsa ekspor sebesar 11 persen.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau