Uang palsu

Sindikat Upal di Purwokerto Kembali Diungkap

Kompas.com - 16/11/2011, 13:58 WIB

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Aparat Kepolisian Resor Banyumas, Jawa Tengah kembali menangkap sindikat pengedar uang palsu yang beroperasi di Purwokerto dan sejumlah kota provinsi ini. Saat ini, polisi masih menyelidiki untuk mengungkap produsen uang palsu tersebut.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Inspektur Jenderal Didiek Sutomo Triwidodo,, Rabu (16/11/2011) seusai gelar kasus uang palsu di Polres Banyumas, Purwokerto, mengatakan, seluruh tersangka ada lima orang, satu perempuan dan empat laki-laki. Semua tersangka berasal dari luar Purwokerto

Menurut Didiek, dari para pelaku, berhasil diamankan barang bukti uang palsu senilai Rp 73 juta terdiri pecahan Rp100.000, Rp 50.000, dan Rp 20.000. "Kami terus-menerus melakukan upaya penyelidikan sampai menemukan pusat pencetakan uang palsu ini," ujarnya.

Menurut dia, peredaran uang palsu cenderung terjadi menjelang hari raya maupun hari-hari pasaran. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan adanya peredaran uang palsu tersebut, terutama mendekati Hari Natal dan Tahun Baru.

Kasus peredaran uang palsu terungkap setelah Satuan Reserse Kriminal Polres Banyumas menangkap seorang wanita berinisial Sal (56) yang diduga sebagai pengedar uang palsu. Sal, yang mengaku pedagang dari Wonosobo, Jateng, ditangkap awal November di sebuah hotel di Purwokerto.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau