SUBANG, KOMPAS.com — Pebalap sepeda putri, Yanthi Fuchiyanti, berhasil menyumbangkan medali emas bagi Indonesia dari nomor road race pada SEA Games XXVI di Subang, Jawa Barat, Rabu (16/11/2011). Yanthi Fuchiyanti yang mengenakan nomor punggung satu tersebut berhasil masuk garis finis dengan catatan 2 jam, 46 menit, 26 detik (2:46:26).
Medali perak nomor ini direbut pebalap sepeda Thailand, Chanpeng Nontasin, dengan catatan waktu 2 jam, 48 menit, 58 detik (2:48:58) atau terpaut dua menit 32 detik dari Yanthi Fuchiyanti. Sementara pebalap Singapura, Dinah Chan, kebagian medali perunggu setelah masuk garis finis dengan catatan waktu 2 jam, 53 menit, 5 detik (2:53:05) atau terpaut 6 menit 39 detik dengan peraih medali emas nomor ini. Yanthi berhasil memimpin di urutan pertama sejak 30 kilometer menjelang garis finish (nomor road race menempuh jarak 76,1 kilometer), bahkan pada lima kilometer menjelang garis finis terpaut 58 detik dengan pembalap urutan kedua Chanpeng Nontasin.
Kemudian, pada jarak 3 kilometer menjelang finis terpaut waktu 1 menit dengan pebalap Thailand, bahkan pada 1 kilometer menjelang garis finis terpaut 1 menit 58 detik. Hingga masuk garis finis, catatan waktunya terpaut 2 menit, 32 detik dengan pebalap putri Thailand tersebut. Seusai lomba, Yanthi mengatakan, dirinya bersyukur bisa menjadi yang terbaik pada nomor ini. "Kemenangan ini saya persembahkan kepada bangsa, PB ISSI, dan orangtua saya," katanya. Keberhasilan Yanthi meraih medali emas dengan mengalahkan pebalap Thailand ini sekaligus sebagai balas dendam karena yang bersangkutan hanya meraih medali perak pada nomor individual time trial (ITT), sedangkan Chanpeng meraih emas. "Saya tahu cara dia (Chanpeng Nontosin) mengayuh sepedanya sehingga sejak lima kilometer menjelang garis finis, langsung saya kerahkan tenaga saya untuk meninggalkan dia," katanya. Sementara itu, Ketua Umum PB Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Phannie Tanjung mengatakan, sukses Yanthi tidak lepas dari kerja keras dari pebalap yang bersangkutan.
Kemudian, lanjut dia, juga tidak lepas dari kerja sama pebalap dengan pelatih. "Saya lihat kerja sama antaratlet, pelatih, dan pengurus sangat erat sehingga mendukung sukses dari atlet," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang