Perampok Sekap Seorang Nenek di Magelang

Kompas.com - 16/11/2011, 16:00 WIB

MAGELANG, KOMPAS.com — Perampokan di Dusun Randugunting, Desa Blondo, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu (16/11/2011) sekitar pukul 10.00 WIB diwarnai penyekapan korban, Ny Siti Nuriyah (79).

Korban selamat meskipun sempat disekap dan diancam dibunuh menggunakan sebilah belati oleh salah satu perampok.

Perampokan yang terjadi siang bolong tersebut mengakibatkan dua gelang seberat 12 gram, salah satunya dipakai korban, raib dibawa kabur perampok yang diduga dilakukan dua orang tersebut. Satu gelang lain yang dibawa kabur perampok adalah milik Ny Gunadi, anak Siti yang disimpan dilaci salah satu almari.

Selain membawa kabur dua gelang, pelaku juga mengambil uang Rp 1 juta yang disimpan di laci bersama gelang tersebut. Setelah mendapatkan gelang dan uang, pelaku kabur menggunakan sepeda motor yang diparkir di depan rumah.

Perampokan berjalan lancar karena di dalam rumah hanya terdapat korban yang sudah lanjut usia. Sementara Gunadi dan istri sedang bekerja sebagai PNS di Pemkab Magelang, sedangkan anak mereka tengah sekolah.

Saat masuk rumah, perampok tidak melakukan perusakan. Mereka masuk melalui pintu garasi yang tidak dikunci. "Saya baru tahu ada perampokan setelah ibu menelepon saya. Saat itu pelaku sudah kabur," kata Gunadi.

Gunadi mengatakan, dua hari lalu rumahnya pernah didatangi dua pemuda. Saat itu, mereka pura-pura menanyakan keberadaan penghuni rumah yang kebetulan semua bekerja dan sekolah. "Waktu itu, ibu juga berada di rumah. Saya perkirakan, pelaku adalah dua orang yang kemarin datang," katanya.

Perampokan tersebut sedang diselidiki Polres Magelang. "Pelaku kemungkinan dari lokal Magelang. Saat ini, kami masih berupaya mengambil sidik jari pelaku yang tertinggal," kata Kepala Satreskrim Polres Magelang AKP Slamet Riyadi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau