Hati-hati Beli Mobil Bekas

Kompas.com - 16/11/2011, 16:32 WIB

SANTA CLARA, KOMPAS.com — Hati-hati beli mobil bekas. Tak cukup hanya memeriksa kondisi mesin, mengamati bodi yang keropos, ataupun memeriksa bagian kaki-kaki. Anda harus lebih teliti lagi karena siapa tahu ada benda "haram" tersimpan sehingga bisa menyulitkan Anda. Seperti yang dialami Charles Preston dari Santa Clara, California, Amerika Serikat.

Preston yang psikolog itu menemukan heroin senilai 500.000 dollar AS (Rp 4,5 miliar) tersimpan di mobilnya sudah cukup lama. Kok bisa!

Ceritanya begini. Ketika ia membeli multipurpose vehicle (MPV) bekas Chrysler Town & Country tahun produksi 2008 di diler mobil bekas Thrifty Car Sales di Santa Clara, California, AS, seharga 14.000 dollar AS (Rp 126,6 juta) tidak menemukan benda "haram" tersebut meski dirinya sudah memeriksa seluruh bagian vital yang lazim dilakukan setiap pembelian mobkas.

Ketahuannya, ketika ia harus ke bengkel untuk servis rem. Kebetulan kaca jendela belakang tidak berfungsi (tak bisa turun/naik). Anehnya, Preston sendiri tidak tahu kalau jendelannya dalam keadaan rusak.

Nah, ketika hendak mengambil mobil setelah servis, manajer bengkel menawarkan perbaikan pada jendela yang masih bermasalah tadi dan Preston mengizinkan. Dengan itikad baik, sang manajer bengkel kemudian membuka panel dan menemukan tumpukan kemasan kotak tertutup plakban di balik pintu.

Merasa curiga, kemasan itu lalu dibuka dan ternyata isinya heroin. Merasa khawatir, tanpa ragu keduanya langsung menghubungi kepolisian setempat.

Pihak berwenang kemudian mengamankan paket haram itu dan mengatakan total heroin yang ditemukan senilai 500.000 dollar AS atau Rp 4,5 miliar. Pihak kepolisian juga menegaskan, kalau Preston kena razia di jalan dan mobilnya digeledah ancaman hukuman yang diterima adalah penjara seumur hidup. "Waktu mendengar ini, saya kaget sekali," ujar Preston.

Dari kejadian ini, hati-hati membeli mobkas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau