SANTA CLARA, KOMPAS.com — Hati-hati beli mobil bekas. Tak cukup hanya memeriksa kondisi mesin, mengamati bodi yang keropos, ataupun memeriksa bagian kaki-kaki. Anda harus lebih teliti lagi karena siapa tahu ada benda "haram" tersimpan sehingga bisa menyulitkan Anda. Seperti yang dialami Charles Preston dari Santa Clara, California, Amerika Serikat.
Preston yang psikolog itu menemukan heroin senilai 500.000 dollar AS (Rp 4,5 miliar) tersimpan di mobilnya sudah cukup lama. Kok bisa!
Ceritanya begini. Ketika ia membeli multipurpose vehicle (MPV) bekas Chrysler Town & Country tahun produksi 2008 di diler mobil bekas Thrifty Car Sales di Santa Clara, California, AS, seharga 14.000 dollar AS (Rp 126,6 juta) tidak menemukan benda "haram" tersebut meski dirinya sudah memeriksa seluruh bagian vital yang lazim dilakukan setiap pembelian mobkas.
Ketahuannya, ketika ia harus ke bengkel untuk servis rem. Kebetulan kaca jendela belakang tidak berfungsi (tak bisa turun/naik). Anehnya, Preston sendiri tidak tahu kalau jendelannya dalam keadaan rusak.
Nah, ketika hendak mengambil mobil setelah servis, manajer bengkel menawarkan perbaikan pada jendela yang masih bermasalah tadi dan Preston mengizinkan. Dengan itikad baik, sang manajer bengkel kemudian membuka panel dan menemukan tumpukan kemasan kotak tertutup plakban di balik pintu.
Merasa curiga, kemasan itu lalu dibuka dan ternyata isinya heroin. Merasa khawatir, tanpa ragu keduanya langsung menghubungi kepolisian setempat.
Pihak berwenang kemudian mengamankan paket haram itu dan mengatakan total heroin yang ditemukan senilai 500.000 dollar AS atau Rp 4,5 miliar. Pihak kepolisian juga menegaskan, kalau Preston kena razia di jalan dan mobilnya digeledah ancaman hukuman yang diterima adalah penjara seumur hidup. "Waktu mendengar ini, saya kaget sekali," ujar Preston.
Dari kejadian ini, hati-hati membeli mobkas.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang