Limbong: Nasib Rijsbergen Setelah SEA Games

Kompas.com - 16/11/2011, 17:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Meski kembali menuai protes dari pubik, PSSI belum bisa menentukan nasib Pelatih Wim Rijsbergen selanjutnya. Penanggung jawab timnas, Bernhard Limbong, baru akan melakukan penilaian terhadap kinerja Rijsbergen setelah SEA Games XXVI/2011 usai.

"Saya sudah berpikir untuk mengevaluasi mereka, apakah tetap efektif atau tidak, apakah perlu ada pergantian atau tidak. Yang akan kami evaluasi tak hanya pelatih, tetapi juga pemain. Namun, kebijakan itu baru akan kita pikirkan setelah SEA Games," ujar Limbong, Rabu (16/11/2011).

Publik tidak lagi percaya kepada Rijsbergen setelah timnas senior kalah berturut-turut dalam laga kualifikasi Pra-Piala Dunia 2014 Grup E zona Asia. Di pertandingan terakhir melawan Iran kemarin, timnas kembali dilibas 4-1 oleh tim asuhan Carlos Queiroz itu di kandang sendiri.

Kekalahan ini membuat publik semakin tak percaya dengan kapasitas pelatih asal Belanda tersebut. Banyak yang berharap Rijsbergen segera lengser dari jabatannya.

PSSI masih bergeming dengan harapan masyarakat. Federasi sepak bola Indonesia tersebut hingga saat ini masih mempertahankan posisi Rijsbergen yang sebenarnya sudah dianggap gagal oleh beberapa pihak.

Ketua Umum PSSI juga menyatakan, semua hal terkait timnas senior akan dievaluasi, termasuk soal kepemimpinannya. Namun, hal itu tidak bisa secepat harapan publik yang sudah kecewa.

"Tentunya setelah para pemain, baik yang senior maupun U-23, pulang. Ya setelah SEA Games berakhir," katanya di kantor PSSI, hari ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau