JAKARTA, KOMPAS.com — Meski kembali menuai protes dari pubik, PSSI belum bisa menentukan nasib Pelatih Wim Rijsbergen selanjutnya. Penanggung jawab timnas, Bernhard Limbong, baru akan melakukan penilaian terhadap kinerja Rijsbergen setelah SEA Games XXVI/2011 usai.
"Saya sudah berpikir untuk mengevaluasi mereka, apakah tetap efektif atau tidak, apakah perlu ada pergantian atau tidak. Yang akan kami evaluasi tak hanya pelatih, tetapi juga pemain. Namun, kebijakan itu baru akan kita pikirkan setelah SEA Games," ujar Limbong, Rabu (16/11/2011).
Publik tidak lagi percaya kepada Rijsbergen setelah timnas senior kalah berturut-turut dalam laga kualifikasi Pra-Piala Dunia 2014 Grup E zona Asia. Di pertandingan terakhir melawan Iran kemarin, timnas kembali dilibas 4-1 oleh tim asuhan Carlos Queiroz itu di kandang sendiri.
Kekalahan ini membuat publik semakin tak percaya dengan kapasitas pelatih asal Belanda tersebut. Banyak yang berharap Rijsbergen segera lengser dari jabatannya.
PSSI masih bergeming dengan harapan masyarakat. Federasi sepak bola Indonesia tersebut hingga saat ini masih mempertahankan posisi Rijsbergen yang sebenarnya sudah dianggap gagal oleh beberapa pihak.
Ketua Umum PSSI juga menyatakan, semua hal terkait timnas senior akan dievaluasi, termasuk soal kepemimpinannya. Namun, hal itu tidak bisa secepat harapan publik yang sudah kecewa.
"Tentunya setelah para pemain, baik yang senior maupun U-23, pulang. Ya setelah SEA Games berakhir," katanya di kantor PSSI, hari ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang