Gempa di Bantul Bukti Sesar Opak Masih Aktif

Kompas.com - 17/11/2011, 00:54 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Sesar Opak di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), diduga masih aktif. Hal ini dibuktikan dengan adanya gempa berkekuatan 3,0 skala Richter (SR), Rabu (16/11/2011) pukul 21.36 WIB.

Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Geofisika Yogyakarta Toni A Wijaya mengatakan, pusat gempa berasal dari sekitar Patahan Opak. Ia menduga sesar atau patahan purba itu masih aktif. Meski demikian, kekuatan pada gempa-gempa yang ditimbulkan umumnya relatif kecil.

Gempa bumi pada Rabu malam berpusat di kedalaman 10 kilometer, sekitar 12 kilometer barat daya Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, DIY, atau pada posisi 7,98 Lintang Selatan-110,49 Bujur Timur. Menurut Toni, gempa bumi tektonik pada 27 Mei 2006 yang mengguncang Yogyakarta dan sekitarnya berpusat di sekitar Sesar Opak di wilayah Bantul. Pascagempa tersebut, kata Toni, sering terjadi gempa kecil yang berpusat di sekitar Sesar Opak. "Namun, gempa-gempa itu sumbernya atau pusat gempanya dari sesar minornya Sesar Opak," katanya.

Beberapa gempa kecil yang berpusat di sekitar Sesar Opak pascagempa besar 27 Mei 2006 antara lain gempa berkekuatan 3,4 SR pada 24 Maret 2008 pukul 22.18. Gempa lainnya terjadi pada 21 Agustus 2010 malam dengan kekuatan 5,0 SR. Pusat gempanya sekitar 27 kilometer timur Sesar Opak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau