JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus penusukan siswa kelas III SMA Pangudi Luhur, Raafi Aga Winasya Benjamin (17) hingga Kamis (17/11/2011) siang belum menemukan titik terang. Pelaku belum berhasil ditangkap sehingga menimbulkan banyak tanda tanya publik.
Kriminolog Universitas Indonesia, Adrianus Meliala meminta agar semua pihak mendukung pihak Kepolisian untuk mengungkap kasus tersebut. "Polisi kalau tidak diawasi, kemudian ogah-ogahan. Dengan pemberitaan yang terus-menerus, akan mendorong Kepolisian untuk bekerja lebih baik," kata Meliala, Rabu (16/11/2011).
Adrianus juga menanggapi desakan berbagai pihak kepada Kepolisian untuk mengungkap kasus tersebut secara terang benderang. "Kalau memang pelakunya belum dapat, mau diapain? Itu TKP sudah rusak, saksi mata juga tidak memiliki memori tentang pelaku, jadi jangan paksa polisi untuk mendapatkan pelaku," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Raafi Aga Winasya Benjamin merupakan korban penusukan oleh pengunjung kafe lainnya saat tengah berdansa, Sabtu (5/11/2011). Hingga Kamis (17/11/2011) siang, proses penyelidikan terus berlangsung oleh Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang