Wisma atlet

KPK Kembali Periksa Rosa

Kompas.com - 17/11/2011, 11:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Meskipun perkara suap wisma atlet SEA Games yang menjeratnya sudah berkekuatan hukum tetap, Direktur Pemasaran PT Anak Negeri, Mindo Rosalina Manulang, masih menjalani pemeriksaan-pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hari ini, anak buah Muhammad Nazaruddin itu dimintai keterangan terkait penyelidikan kasus yang diduga melibatkan Nazaruddin.

"Rosa diperiksa terkait kasus penyelidikan," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha di Jakarta, Kamis (17/11/2011).

Namun demikian, Harsa belum dapat menjelaskan penyelidikan kasus yang dimaksud. Adapun Rosa tiba di gedung KPK sekitar pukul 10.20. Mengenakan terusan hitam, Rosa enggan memberikan komentar kepada para wartawan.

Seperti diberitakan sebelumnya, KPK tengah menyelidiki indikasi korupsi pada beberapa proyek pengadaan yang diduga melibatkan perusahaan-perusahaan milik Nazaruddin. Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat yang menjadi tersangka kasus dugaan suap wisma atlet itu diduga terlibat lebih dari 31 kasus dengan nilai total proyek mencapai Rp 6 triliun.

Saat ini, kasus yang masih dalam tahap penyelidikan di KPK itu antara lain, dugaan korupsi revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK) di Kementerian Pendidikan Nasional tahun anggaran 2007 dan kasus pengadaan laboratorium Kementerian Pendidikan Nasional di lima universitas pada 2010.

Terkait pengadaan laboratorium tersebut, Rosa pernah diperiksa sebelumnya. Selain Rosa, anggota Badan Anggaran DPR fraksi PDI-Perjuangan, I Wayan Koster juga dimintai keterangan dalam kasus ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau