Papua

Tidak Ada Kelompok Separatis di Merauke

Kompas.com - 17/11/2011, 15:35 WIB

MERAUKE, KOMPAS.com — Komandan Kodim 1707/Merauke Letkol (Inf) Adri Koesdyanto menegaskan, tidak ada kelompok separatis di wilayah Merauke, Papua. Kondisi wilayah Merauke yang selama ini aman dan damai akan tetap dipertahankan dan dijaga bersama semua pihak.

"Kami bersama masyarakat adat sama-sama menjaga dan menciptakan rasa aman dan damai di Merauke ini," ungkap Adri seusai pertemuan tertutup berbagai pihak, di antaranya Pemerintah Kabupaten Merauke, Kodim 1707/Merauke, tokoh agama, tokoh masyarakat adat, Lembaga Masyarakat Adat Marind, dan Dewan Adat Papua Wilayah V Animha Merauke, serta Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Merauke. Pertemuan berlangsung di Merauke, Papua, Kamis (17/11/2011).

Adri mengungkapkan, dalam pertemuan itu semua pihak bersepakat bersama-sama menjaga dan mempertahankan Merauke sebagai zona damai. Masyarakat adat Marind menyatakan komitmen tidak akan terpancing dengan gerakan-gerakan yang dapat memunculkan kerawanan sosial dan ganguan keamanan.

Terkait isu pengibaran bendera bintang kejora pada 1 Desember, Adri memastikan, tidak akan ada pengibaran bendera di Merauke. Dari dewan adat dan KNPB berkomitmen tidak akan ada pengibaran dan gejolak. "Itu komitmen dari mereka sendiri," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau