Kasus tewasnya raafi

Diserang Balik, Saksi dari Siswa PL Takut

Kompas.com - 17/11/2011, 16:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pernyataan kepolisian yang menyebutkan penyebab penusukan Raafi Aga Winasya Benjamin (17) adalah pelemparan batang rokok oleh siswa-siswa SMA Pangudi Luhur disayangkan Tim Advokasi Brawijaya IV yang mendampingi saksi-saksi dari siswa PL. Pernyataan itu membuat para siswa ketakutan karena terkesan diserang balik.

"Kami cukup kecewa dengan statement Kapolrestro yang menyebut penyebab penusukan itu karena pelemparan rokok dan karenanya bisa dipidana," ujar juru bicara Tim Advokasi, Allova Mengko, Kamis (17/11/2011), saat dihubungi wartawan.

Padahal, kata Allova, saksi-saksi itu harus dilindungi. Dengan pernyataan tersebut, para siswa ini merasa ketakutan. "Mereka yang tadinya mau memberikan informasi tentang peristiwa itu jadi takut malah berbalik," katanya.

Sebagaimana diberitakan, sebanyak 20 siswa PL menjadi saksi dalam kasus pembunuhan Raafi pada 5 November 2011 di Shy Rooftop, Kemang, Jakarta Selatan. Mereka saat itu bersama dengan korban tengah merayakan ulang tahun salah satu siswa PL.

Namun malang, di tengah keriuhan acara ulang tahun itu terjadi perselisihan antara Raafi dan kelompok M. Teman-teman Raafi pun membantu hingga terjadi baku hantam. Salah seorang pengunjung lalu menusuk Raafi di bagian perut. Siswa kelas III PL itu jatuh tersungkur dengan darah yang terus keluar. Raafi tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit karena kehabisan darah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau