KUDUS, KOMPAS
Truk molen bernomor polisi W 9404 B milik PT Varia Usaha Beton itu dikemudikan Saludin (37), warga Desa Logando, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Adapun angkutan umum yang mengangkut 17 buruh Pabrik Nojorono bernomor polisi K 1094 AB dikemudikan Sukarno (51), warga Desa Mijen, Kaliwungu.
Kepala Kepolisian Sektor Kaliwungu Ajun Komisaris Subakri mengatakan, peristiwa bermula saat angkutan umum menurunkan penumpang tidak jauh dari Kantor Kecamatan Kaliwungu. Tiba-tiba truk molen menyeruduk dari belakang sehingga angkutan itu terguling.
Akibatnya, Kuswati (35), penumpang angkutan umum luka parah di kepala, bahu kanan, dan lecet-lecet pada tangan. ”Adapun 11 penumpang lain memar dan lecet di kepala dan badan, dan harus dirawat di Unit Gawat Darurat. Lima penumpang hanya luka ringan,” kata dia.
Polisi telah menahan sopir truk dan menetapkannya sebagai tersangka. Ia diduga ceroboh ketika mengemudikan truk. Kepada polisi, Saludin mengaku tidak sengaja menabrak angkutan umum karena berupaya menghindari sepeda motor yang menyeberang memotong jalan. Agar tidak menabrak sepeda motor itu, dia terpaksa membanting setir ke kiri, tetapi justru menabrak angkutan umum.