Kecelakaan

Truk Tabrak Angkutan, 12 Terluka

Kompas.com - 18/11/2011, 04:35 WIB

KUDUS, KOMPAS - Tabrakan yang melibatkan truk pengaduk semen dan angkutan umum jurusan Sub-Terminal Jetak-Terminal Kudus di Jalan Raya Kudus-Jepara, Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis (17/11) pukul 13.15, mengakibatkan 12 penumpang angkutan umum terluka. Para korban, yang merupakan buruh rokok, dirawat di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Islam, Kudus, dan salah satunya kritis.

Truk molen bernomor polisi W 9404 B milik PT Varia Usaha Beton itu dikemudikan Saludin (37), warga Desa Logando, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Adapun angkutan umum yang mengangkut 17 buruh Pabrik Nojorono bernomor polisi K 1094 AB dikemudikan Sukarno (51), warga Desa Mijen, Kaliwungu.

Kepala Kepolisian Sektor Kaliwungu Ajun Komisaris Subakri mengatakan, peristiwa bermula saat angkutan umum menurunkan penumpang tidak jauh dari Kantor Kecamatan Kaliwungu. Tiba-tiba truk molen menyeruduk dari belakang sehingga angkutan itu terguling.

Akibatnya, Kuswati (35), penumpang angkutan umum luka parah di kepala, bahu kanan, dan lecet-lecet pada tangan. ”Adapun 11 penumpang lain memar dan lecet di kepala dan badan, dan harus dirawat di Unit Gawat Darurat. Lima penumpang hanya luka ringan,” kata dia.

Polisi telah menahan sopir truk dan menetapkannya sebagai tersangka. Ia diduga ceroboh ketika mengemudikan truk. Kepada polisi, Saludin mengaku tidak sengaja menabrak angkutan umum karena berupaya menghindari sepeda motor yang menyeberang memotong jalan. Agar tidak menabrak sepeda motor itu, dia terpaksa membanting setir ke kiri, tetapi justru menabrak angkutan umum. (HEN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau