NEW YORK, KOMPAS.com - Euro menguat terhadap mata uang utama lainnya seiring dengan imbal hasil obligasi Italia turun. Berita ini membayangi kekhawatiran bahwa krisis utang Eropa semakin memburuk.
Dua sumber yang mengetahui perdagangan kepada Bloomberg menyebutkan, Bank Sentral Eropa (ECB) telah membeli lebih banyak obligasi Italia. Alhasil, euro berfluktuasi terhadap dollar AS dan yen. Sebelumnya euro sempat menguat dari titik terendah selama lima minggu.
"Ada kemungkinan ECB datang untuk kembali menyelamatkan, dan pasar memandang positif hal itu," ujar Lane Newman, Direktur Valuta Asing ING Groep NV, di New York, Kamis ( 17/11/2011 ) waktu setempat.
"Ini pasar yang telah berada dalam risiko jangka pendek, dan terlihat sedikit lelah," tambah Lane, mengacu pada sentimen terhadap aset berisiko.
Euro sempat melemah sebelumnya pada posisi nilai tukar 1, 3422 dollar AS. Pada penutupan perdagangan pukul 5 PM waktu New York, euro akhirnya hanya sedikit berubah menjadi 1, 3458 dollar AS.
Terhadap yen, euro diperdagangkan 103 ,62 yen. Sedangkan, dollar melemah 0,1 persen menjadi 76,98 yen.
Keuntungan mata uang yang diadopsi 17 negara Eropa ini hilang terhadap dollar AS seiring dengan indeks StandardPoor's 500 anjlok 1,7 persen dan indeks MSCI Dunia (MXWO) merosot 1,4 persen.
Ekuitas melanjutkan penurunan setelah Reuters menyebutkan, seorang pejabat euro mengatakan tidak ada rencana bantuan apapun untuk Italia dari European Financial Stability Facility. Indeks SP GSCI komoditi pun anjlok 2,9 persen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang