Kepala Rutan Salemba Diganti

Kompas.com - 18/11/2011, 13:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Rumah Tahanan Salemba, Jakarta Pusat, Slamet Prihantara dimutasi ke lembaga pemasyarakatan Bekasi. Slamet digantikan oleh Karutan Kelas I Medan, Thurman Hutapea.

Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Akbar Hadi, Jumat (18/11/2011) mengatakan, digantinya Karutan Salemba tersebut hanyalah mutasi biasa. Dia menolak jika pencopotan tersebut dikait-kaitkan dengan beredarnya video "Kerasnya Rutan Salemba" yang dibuat mantan narapidana kasus korupsi, Syaripudin S Pane.

"Itu mutasi biasa, SK (surat keputusan) kolektifnya sudah ada sejak bulan Oktober," kata Akbar melalui telepon.

Adapun video yang dibuat Syaripuddin pada 2008 itu menceritakan adanya praktik sewa ruangan khusus untuk bercinta, sampai kehidupan mewah dalam blok rutan. Menurut Syaripuddin, napi berduit dapat menyewa ruangan khusus yang letaknya di lantai 2 untuk bercinta.

Ruangan itu memiliki kasur atau sofa dan berpendingin ruangan. Dalam video tergambar sebuah ruangan yang pada tembok luarnya terdapat papan yang menjelaskan bahwa ruang itu merupakan ruang kerja staf dan karyawan Bimkeg (Bimbingan Kegiatan). Ruangan itu disewakan Rp 500 ribu per jam.

Menyusul beredarnya video itu, Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin dan wakilnya Denny Indrayana melakukan inspeksi dadakan ke Rutan Salemba. Hasilnya, kata Amir, tidak ditemukan fenomena seperti yang digambarkan dalam video Syaripuddin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau