JAKARTA, KOMPAS.com — Selain di Kelurahan Kampung Melayu dan Bidaracina, Jakarta Timur, banjir juga merendam sejumlah RW di Kelurahan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (18/11/2011).
Sejak pagi, luapan Kali Ciliwung mulai menggenangi ratusan rumah warga di kawasan tersebut. Warga mengeluhkan kurang tanggapnya pihak kelurahan saat menginformasikan ketinggian air maupun penanganan banjir yang dilakukan kelurahan setempat.
"Tiba-tiba saja banjir datang sekitar pukul 04.30. Ironisnya, sama sekali tidak ada sosialisasi maupun peringatan dini yang disampaikan pihak kelurahan," keluh Suminta (58), warga RT 03/11 yang rumahnya terendam banjir setinggi 60 sentimeter, Jumat (18/11/2011).
Saat itu, dikatakan Suminta, banyak warga yang tengah terlelap tidur sehingga tidak bisa mengantisipasi saat banjir terjadi. "Siang ini, ketinggian air sudah surut hingga 30 sentimeter," kata Suminta.
Dikatakan Suminta, jika ketinggian air di Katulampa Bogor masuk kategori Siaga 3, seharusnya pihak kelurahan langsung memberikan informasi kepada warga. "Apalagi kalau di Depok dan Jakarta juga hujan, sudah dipastikan aliran Kali Ciliwung akan meluap," katanya.
Lurah Bukit Duri Muhammad Isa Sarnuri menyatakan, pihaknya selalu menginformasikan ketinggian air kepada warga. "Kami punya sistem peringatan dini dan radio yang terhubung dengan Dinas Pekerjaan Umum DKI. Begitu ada informasi, kami langsung sampaikan kepada warga," katanya.
Sarnuri juga mengklaim, semua persiapan untuk penanggulangan banjir di wilayahnya sudah siap. "Tempat evakuasi, pangan, dan dapur umum sudah siap. Yang kurang, kami membutuhkan ban dalam bekas yang bisa digunakan unuk mengevakuasi warga karena perahu karet sulit menembus gang-gang kecil," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang