Pesawat cessna hilang

Pihak Keluarga Berharap Ryan Ditemukan

Kompas.com - 18/11/2011, 17:31 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Tiga awak pesawat Cessna yang jatuh pada Rabu (16/11/2011), belum ditemukan hingga sekarang. Pihak keluarga M Fikriansyah Apriano, yang merupakan salah satu korban, berharap Tim SAR bekerja dengan sungguh-sungguh.

"Langkah-langkah yang kita lakukan cuma menunggu tim SAR bekerja sungguh-sungguh melakukan pencarian supaya pulang dengan selamat, yang penting ditemukan aja dulu," ujar Mahisya, perwakilan keluarga saat ditemui Kompas.com, Jumat (18/11/2011).

Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat jenis Cessna172 yang berasal dari sekolah penerbangan Nusa Flyiing, Halim Perdanakusuma, berangkat dari Jakarta dengan perkiraan pukul 09.00 WIB sampai Cirebon. Namun, pesawat tersebut hilang kontak sejak pukul 08.19 WIB dan hingga pukul 15.00 WIB belum ada kejelasan soal informasi pesawat.

"Dari sekolah bilang katanya terakhir melakukan kontak itu di Indramayu sekitar pukul 08.30 WIB," ujarnya sambil berkaca-kaca.

Pesawat tersebut ditumpangi 3 orang, terdiri dari instruktur bernama Partogi Sianipar (25), dan dua siswa penerbang Muhammad Fikriansyah (18), dan Agung Febrian (30). Hingga berita ini diturunkan, tim SAR dibantu oleh pramuka masih mencari keberadaan pesawat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau